Bahan Aditif pada Produk Pembersih

Bahan dasar detergen adalah alkil benzena sulfonat atau sering disingkat ABS. Dibandingkan dengan sabun, detergen memiliki daya cuci lebih baik karena tetap efektif untuk mencuci walaupun dengan menggunakan air sadah maupun air dingin. Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi adalah metil karboksi selulosa.

Tabel 12.2 Bahan Aditif pada Produk Pembersih

Bahan Tambahan

Keterangan

Penguat pada cairanpencuci piring Bahan ini berfungsi untuk mengefektifkan fungsi bahan aktif (surfaktan) pada produk pembersih. Biasanya berupa campuran antara LABS (linear alkil benzen sulfonat), larutan soda api, dan air yang disebut larutan atinsoft.
Bahan pengental Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) yang ditambahkan ke dalam campuran beberapa produk pembersih berperan untuk mengatur kekentalan.
Pengawet produk Beberapa jenis bahan pengawet yang sering dipakai adalah natrium salisilat, natrium benzoat, formaldehid, dan EDTA (Etilen Diamin Tera Asetat). Bahan ini dipakai untuk menjaga produk dari serangan jamur atau mikroorganisme lain.
Pelembut pakaian(softener) Bahan utama cairan pelembut pakaian adalah distearil dimetil amonium klorida. Bahan utama ini dijumpai di pasaran dengan nama dagang, antara lain: Quartamin D86P, Bratasoft, dan Accosoft
Penguat pada detergen(builder) Bahan ini berfungsi meningkatkan efisiensi surfaktan. Builder digunakan untuk melunakkan air sadah sehingga bahan aktif (surfaktan) dapat berfungsi lebih baik. Selain itu, builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik. Contoh builder adalah natrium karbonat, natrium sitrat, senyawa kompleks fosfat, natrium silikat atau zeolit.
Parfum dan pewarna Pemilihan parfum dan pewarna yang tepat akan sangat berarti bagi produk yang akan dipasarkan karena bau harum dan warna khas akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Medium (pelarut) Air digunakan sebagai pelarut produk pembersih yang berbasis cair (liquid based) seperti sampo. Untuk menjaga kestabilan produk, air yang ideal digunakan adalah air yang sudah mengalami deionisasi (dihilangkan ion-ion yang terkandung di dalamnya).
Vitamin, protein, dan mineral pada sampo Vitamin, protein, dan mineral yang dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan terbukti mampu merawat dan menambah kesuburan serta keindahan rambut. Misalnya, kandungan mineral pada merang yang dibakar, protein pada kuning telur, beta karoten dalam wortel, kandungan zat aktif polisakarida dalam lidah buaya, atau vitamin E dan B dalam kacang hijau, semuanya bermanfaat bagi kesuburan dan keindahan rambut.
Penguat pada pembersih Kaca Metanol (CH3OH) dan isopropil alkohol adalah senyawa golongan alkohol yang biasanya berfungsi sebagai penguat pada pembersih kaca.
Anti-redeposisi pada Detergen Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut zat anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi adalah metil karboksi selulosa.
Pemanis pada pasta Gigi Sakarin biasanya digunakan sebagai pemberi rasa manis pada pasta gigi.

 

  • Bahaya Natrium Benzoat

    Natrium benzoat, digunakan sebagai aditif makanan dalam berbagai produk makanan olahan dan minuman, mampu bereaksi dengan menambahkan vitamin C untuk membentuk benzena, yang bertindak...

  • Jenis Zat Aditif pada Makanan

    Jenis Zat Aditif pada Makanan. Aditif adalah zat kimia yang ditambahkan ke bahan-biasanya dalam jumlah-kecil untuk memberikan atau meningkatkan sifat yang diinginkan atau untuk...

  • Cara Kerja Sabun

    Sabun adalah agen pembersih yang terbuat dari interaksi lemak dan minyak dengan alkali. Catatan menyebutkan penggunaan sabun sejak zaman kuno. Pembuatan sabun adalah hal...

  • Contoh Bahan Kimia Pembersih

    Contoh Bahan Kimia Pembersih – Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat banyak sekali bahan kimia yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Satu di...

  • Efek Samping Penggunaan Pembersih

    Efek Samping Penggunaan Pembersih – Pernahkah kamu menjumpai tanaman enceng gondok yang tumbuh memenuhi hampir seluruh permukaan sungai atau danau? Apakah air di tempat...

Baca juga artikel terkait dengan Bahan Aditif pada Produk Pembersih

  • Pengertian Kalsium

    Kalsium adalah unsur kimia logam yang muncul dalam kelimpahan yang besar di berbagai senyawa dalam kerak bumi. Pada kenyataannya Kalsium adalah salah satu mineral...

  • Pengertian Radioisotop

    Radioisotop, atau radionuklida, adalah bentuk stabil dari unsur materi baik buatan manusia atau ditemukan di alam. Mereka semua mengalami proses peluruhan radioaktif spontanĀ  melalui...

  • Kegunaan Asam asetat

    Asam asetat adalah asam lemah yang mungkin paling terkenal karena menjadi asam yang utama dalam cuka. Bahkan, asam asetat memiliki berbagai macam kegunaan lebih...

  • Sifat Fisik Halogen

    Bagaimana Anda mempelajari gas yang tidak ada seperti itu di alam? Ini tidak semudah yang Anda pikirkan. Fluor sangat reaktif sehingga kita tidak dapat...

  • Perbedaan Polimer Alami dan Sintetis

    Ada dua jenis polimer: sintetis dan alami. Polimer sintetis yang berasal dari minyak bumi, dan dibuat oleh para ilmuwan dan insinyur. Contoh polimer sintetis...

  • Pengertian Insektisida

    Insektisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga dengan membunuh mereka atau mencegah mereka dari terlibat dalam perilaku yang dianggap tidak diinginkan atau...

1 Comment on Bahan Aditif pada Produk Pembersih

  1. caca // 2014-04-22 at 15:14 //

    Terima Kasih atas informasinya
    cukup menjawab soal pada pelajaran saya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*