Cara Bakteri Mendapatkan Makanan

Cara Bakteri Mendapatkan MakananDalam mendapatkan makanannya, Bakteri dibagi menjadi empat kelompok. Keempat kelompok tersebut adalah Bakteri fotoautotrof, Bakteri fotoheterotrof, Bakteri kemoautotrof, dan Bakteri kemoheterotrof. Bagaimanakah perbedaan keempatnya?

a) Bakteri fotoautotrof.

Bakteri ini mendapatkan makanannya melalui fotosintesis dan mendapatkan sumber karbon dari CO2. Cyanobacteria (alga hijau-biru) merupakan bakteri fotoautotrof yang paling umum. Cyanobacteria ada yang berupa uniselular dan ada pula yang berupa multiselular. Cyanobacteria multiselular biasanya berbentuk benang atau filamen. Cyanobacteria memiliki klorofil yang tersebar di dalam plasma sel dan juga memiliki karotenoid yang mengandung pigmen fikobilin. Pigmen ini merupakan gabungan antara pigmen fikoeritrin (warna merah) dan fikosianin (warna biru). Fikosianin pada umumnya dominan sehingga alga ini berwarna biru laut. Walaupun demikian, Cyanobacteria dapat pula berwarna merah, kuning, cokelat, ataupun hitam. Cyanobacteria terdapat di mana-mana, di tempat yang sangat dingin (kutub) sampai di tempat yang sangat panas seperti di perairan panas yang bersuhu kurang lebih 85°C, serta di kolam-kolam yang terpolusi. Cyanobacteria sangat mudah ditemukan di perairan air tawar, di tanah, dan di permukaan yang lembap. Cyanobacteria ada yang hidup bersimbiosis dan ada pula yang hidup sendiri (soliter). Cyanobacteria dapat bersimbiosis dengan lumut hati, paku, bahkan dengan invertebrata, seperti Amoeba, Protozoa, Diatom, dan Mollusca. Simbiosis yang spesifik antara Cyanobacteria dan jamur membentuk formasi yang disebut Lichenes (lumut kerak) yang dapat hidup di bebatuan. Lichenes berperan dalam pembentukan tanah atau sebagai organisme perintis.

Contoh Bakteri fotoautotrof, adalah (a) Nostoc dan (b) Rivularia.

Contoh Bakteri fotoautotrof, adalah (a) Nostoc dan (b) Rivularia.

Perkembangbiakan Cyanobacteria dapat terjadi melalui proses membelah diri, fragmentasi, dan heterokista. Pembelahan heterokista mirip dengan fragmentasi. Akan tetapi, terdapat sel yang bagian dindingnya menebal sehingga tampak lebih besar yang disebut heterokista. Bagian inilah yang nantinya melepaskan diri untuk menjadi individu baru. Contoh Cyanobacteria adalah Anabaena, Nostoc, Gleocapsa, Oscilatoria, dan Rivularia.

b) Bakteri Fotoheterotrof

Bakteri ini dapat menggunakan cahaya untuk menghasilkan ATP, namun harus mendapatkan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik. Cara mendapatkan makanan seperti ini sangat jarang dan terbatas pada beberapa bakteri. Contohnya pada bakteri ungu nonsulfur (Rhodospirillum rubrum).

c) Bakteri kemoautotrof

Bakteri ini mendapatkan karbon dari karbon dioksida (CO2). Sumber energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik. Banyak bakteri kelompok ini memengaruhi siklus nitrogen. Bakteri ini membantu pembentukan asam amino dan protein. Bakteri nitrifikasi membantu tanaman mengikat nitrat sebagai sumber nitrogen. Contoh bakteri ini adalah Nitrobacter dan Thiobacillus. Perhatikan Gambar

Contoh Bakteri kemoautotrof, adalah (a) Nitrobacter dan (b) Thiobacillus.

Contoh Bakteri kemoautotrof, adalah (a) Nitrobacter dan (b) Thiobacillus.

d) Bakteri kemoheterotrof

Pada umumnya, bakteri bersifat kemoheterotrof dan banyak yang berguna bagi kehidupan. Untuk memperoleh energi dan karbon, bakteri ini harus mengonsumsi molekul organik. Sebagian besar spesies dari bakteri ini merupakan dekomposer (pengurai). Enzim yang dikeluarkan akan memecah komponen organik, bahkan dapat menghasilkan sejenis pestisida di tanah, seperti yang dihasilkan oleh Pseudomonas. Manusia juga menggunakan Lactobacillus untuk membuat acar mentimun, keju, dan yoghurt. Eschericia coli merupakan bakteri dalam usus, yang memproduksi vitamin K dan zat yang berguna dalam mencerna lemak. Aktivitasnya mencegah bakteri patogen untuk membentuk koloni dalam usus.

4) Klasifikasi Bakteri

Bakteri diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Menurut Campbell (1998: 511), Bakteri dibagi menjadi lima kelompok. Lima kelompok tersebut, yaitu Proteobacteria, bakteri gram-positif, Cyanobacteria, Spirochetes, dan Chlamydias.

a) Proteobacteria

Proteobacteria dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni bakteri ungu, Proteobacteria kemoautotrof, dan Proteobacteria kemoheterotrof. Perhatikanlah Gambar

Contoh spesies dari kelompok Proteobacteria adalah (a) Chromatium, (b) Rhizobium, dan (c) Salmonella

Contoh spesies dari kelompok Proteobacteria adalah (a) Chromatium, (b) Rhizobium, dan (c) Salmonella.

(1) Bakteri ungu

Bakteri ungu bersifat kemautotrof. Bakteri ini memiliki bakteriokloroplas yang berfungsi dalam fotosintesis. Pada umumnya, bakteri ini termasuk bakteri obligat anaerob, artinya bakteri ini hanya dapat tumbuh dan berkembang jika tidak ada oksigen. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium.

(2) Proteobacteria kemoautotrof

Bakteri ini ada yang hidup bebas dan bersimbiosis. Beberapa di antaranya memengaruhi siklus nitrogen dalam sebuah ekosistem. Contohnya, Rhizobium yang hidup bersimbiosis pada akar tumbuhan. Dari simbiosis ini, tumbuhan akan mendapatkan nutrisi yang cukup dari hasil siklus nitrogen.

(3) Proteobacteria kemoheterotrof

Bakteri ini hidup di dalam organisme lain, contohnya di dalam usus hewan. Bakteri ini memiliki bentuk batang. Beberapa proteobacteria kemoheterotrof merupakan bakteri fakultatif anaerob (dapat hidup, baik tidak ada oksigen maupun ada oksigen). Bakteri ini ada yang berbahaya dan ada pula yang tidak berbahaya. Contoh bakteri yang berbahaya adalah Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

b) Bakteri gram-positif

Bakteri gram-positif memiliki dinding sel dengan lapisan yang tersusun atas protein dan senyawa polisakarida, yakni petidoglikan. Beberapa anggotanya dapat berfotosintesis dan sebagiannya lagi ada yang bersifat kemoheterotrof. Bakteri gram-positif memiliki endospora. Contoh speciesnya adalah Bacillus dan Vibrio cholerae.

Bacillus merupakan contoh spesies bakteri gram-positif.

Bacillus merupakan contoh spesies bakteri gram-positif.

c) Bakteri Cyanobacteria

Bakteri ini memiliki ciri, yakni bersifat fotoautotrof (mampu menyintesis sumber makanannya melalui fotosintesis) karena anggota Cyanobacteria memiliki klorofil. Sebagian besar anggotanya hidup di air tawar. Selain di air tawar, Cyanobacteria juga ada yang hidup di air laut dan bersimbiosis dengan jamur. Ciri lainnya adalah dinding sel yang tersusun atas gelatin, tidak memiliki flagel, bergerak dengan meluncur, dan hidup berkoloni. Contohnya adalah Anabaena dan Gleocapsa.

(a) Anabaena dan (b) Gleocapsa memiliki klorofil untuk berfotosintesis.

(a) Anabaena dan (b) Gleocapsa memiliki klorofil untuk berfotosintesis.

d) Bakteri Spirochetes

Bakteri Spirochetes memiliki bentuk sel heliks dan memiliki panjang sampai 0,25 mm. Bakteri ini memiliki flagela internal berbentuk filamen yang berfungsi sebagai alat gerak. Spirochetes bersifat kemoheterotrof. Spirochetes ada yang hidup bebas dan ada pula yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit). Contoh Spirochetes, adalah Treponema pallidum

Bakteri Spirochetes

e) Bakteri Chlamydias

Chlamydias hidup sebagai parasit. Keperluan energi untuk aktivitasnya diperoleh dari inangnya. Bakteri ini merupakan patogen beberapa penyakit. Contohnya adalah Chlamydias trachomatis

Bakteri Chlamydias

Chlamydias trachomatis merupakan contoh spesies dari kelompokChlamydias.

Artikel Terkait

Updated: 4 November 2014 — 18:21

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme