Ciri Ciri Alga Cokelat (Phaeophyta)

Ciri-Ciri Alga Cokelat (Phaeophyta). Perhatikan contoh jenis alga cokelat pada Gambar 7.11 berikut! Jika kita amati, bentuk alga tersebut menyerupai tumbuhan tingkat tinggi yang telah mempunyai bentuk seperti akar, batang, dan daun. Apabila Anda ingin mengetahuinya, datanglah ke pantai-pantai karena alga ini sering kali terdampar di daerah tersebut.

Ciri Ciri Alga Cokelat (Phaeophyta)

Ciri Ciri Alga Cokelat (Phaeophyta)

Talusnya terapung-apung di air laut, mempunyai ukuran tubuh dari yang kecil sampai 30 meter. Walaupun sangat panjang, tetapi bentuknya masih sangat sederhana dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi. Phaeophyta mempunyai warna cokelat karena adanya pigmen fukosantin yang melapisi warna hijau klorofilnya. Apabila Anda mengamati bentuk tubuhnya, terdapat bentuk seperti buah yang berwarna cokelat juga. Bagian ini merupakan gelembung udara yang berguna sebagai cadangan udara untuk respirasi, jadi merupakan alat pengapung sehingga talusnya dapat terapung di perairan. Bagaimana daur hidup Phaeophyta? Perhatikan dan amatilah Gambar 7.12 berikut ini!

teori sel theodor schwann

Gambar 7.12 Daur hidup Fucus sp., salah satu contoh dari alga cokelat

Dari gambar tampak terlihat bahwa alga cokelat seperti alga lainnya, yaitu perkembangbiakannya dilakukan secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual dengan cara fragmentasi, secara seksual dengan pembentukan alat kelamin, yaitu dengan konseptakel jantan yang terdapat anteridium yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan konseptakel betina terdapat oogonium yang menghasilkan ovum. Jika terjadi pembuahan, maka akan menghasilkan zigot dan tumbuh menjadi individu baru. Apa peranan alga cokelat bagi kehidupan kita? Alga ini dapat menghasilkan asam alginat. Fungsi asam alginat sangat banyak, yaitu sebagai campuran produk makanan misalnya sirup, es krim, keju, cokelat, dan permen. Sebagai campuran bahan industri untuk lem, obat-obatan, pasta gigi, tekstil, pelapis kertas, dapat juga digunakan sebagai campuran alat-alat kecantikan seperti krim wajah dan lotion. Misalnya, Laminaria, Fucus, Ascophylum, dan Macroycystis. Khusus Macroycystis dapat dibuat untuk makanan suplemen hewan ternak karena kaya akan kandungan natrium, fosfor, kalsium, dan nitrogen. Selain itu, Macroycystis juga dapat menghasilkan iodine sehingga dapat digunakan untuk mengobati penyakit gondok. Banyak manusia yang mengkonsumsi alga ini dalam bentuk kering sebagai campuran untuk sup, bahkan ada yang memakannya secara mentah. Pernahkah Anda merasakannya?

Artikel Terkait

Updated: 12 November 2014 — 13:13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014