Ciri-Ciri Lumut (Bryophyta)

Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Coba carilah lumut di sekitar lingkungan Anda! Lumut sering kita lihat menempel pada dinding kamar mandi, dinding sumur, batu-batuan, sawah, parit, pohon, tepi sungai, dan lain-lain. Lumut biasa kita temukan hidup dan tumbuh di tempat-tempat yang lembap dan basah. Lumut merupakan tumbuhan yang kecil, sederhana, dan tumbuh pada tempat yang basah. Ada sekitar 23.000 species lumut yang telah diidentifikasi. Apabila ada tangkai yang berdiri tegak dengan alat-alat seperti benang yang keluar pangkalnya, maka bagian ini merupakan rizoid atau akar yang berfungsi untuk mengukuhkan berdirinya tumbuhan dan untuk mengisap air.

Jika ada alat-alat yang hijau, pipih seperti daun, dan terdapat tangkai ini merupakan daun dan batang. Apabila Anda menemukannya, berarti lumut seperti tumbuhan tingkat tinggi. Menurut para ahli termasuk tumbuhan berkormus, yaitu tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tetapi ada pula sebagian lumut yang sudah memiliki batang dan daun sejati, tetapi akarnya masih berupa akar semu, misalnya lumut daun seperti Gambar 7.14.

Gambar 7.14 Lumut daun

Gambar 7.14 Lumut daun

Dari hasil pengamatan di bawah mikroskop, apakah Anda menemukan xilem dan floem? Dari hasil penelitian diketahui lumut ini tidak mempunyai jaringan pengangkutan seperti pada tumbuhan tingkat tinggi. Karena kesederhanaan strukturnya inilah lumut kadang-kadang dianggap sebagai moyang tumbuhan berpembuluh. Selain itu, lumut dianggap merupakan bentukan intermediet dari alga, tetapi dari catatan fosil ada yang menganggap itu tidak benar.

Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut. Apakah Anda juga menemukan anteridium yang berbentuk seperti tongkat dan arkegonium yang berbentuk seperti botol? Bila ya, maka Anda dapat mengetahui bahwa lumut mengalami reproduksi seksual, karena anteridium akan menghasilkan sejumlah gamet jantan berflagela (sel sperma) yang nantinya akan dilepaskan dari anteridium, karena dia hidup di tempat yang basah. Sel sperma ini dapat berenang. Arkegonium akan menghasilkan ovum. Perhatikan Gambar 7.15 berikut ini! Sel sperma (spermatozoid) akan berenang menuju arkegonium dan terjadilah pembuahan. Jadi, lumut mengalami pergiliran keturunan/metagenesis.

Gambar 7.15 (a) Anteridium dan (b) arkegonium

Gambar 7.15 (a) Anteridium dan (b) arkegonium

Pada arkegonium yang berbentuk seperti botol, ada bagian lebar yang disebut perut dan bagian sempit yang disebut leher. Kedua bagian ini mempunyai dinding yang terdiri atas selapis sel. Dalam bagian perut terdapat satu sel pusat besar, yang siap untuk dibuahi dan akan membelah menjadi sel telur. Bagaimana dengan bentuk anteridium? Bentuk anteridium seperti gada/bulat dan dindingnya seperti arkegonium yang terdiri atas selapis sel-sel mandul, di dalamnya terdapat sejumlah sel-sel induk spermatozoid berbentuk spiral pendek yang terdiri atas inti dan dua bulu cambuk.

Apabila arkegonium telah masak, maka sel telur siap dibuahi dan akan membuka pada ujungnya. Pada bagian sel-sel leher dan perutnya menjadi lendir yang menghasilkan zat-zat tertentu sebagai daya penarik spermatozoid. Jika dibuahi akan menjadi zigot yang tidak akan memerlukan waktu istirahat, tetapi akan terus berkembang menjadi embrio yang diploid kemudian tumbuh menjadi suatu badan kecil yang akan menghasilkan spora yang disebut sporogonium.

Di dalam sporogonium terdapat kotak spora atau sporangium. Sporangium ini akan memproduksi spora (4 spora yang berkelompok/tetrade) dengan pembelahan meiosis, kemudian terlepas. Apabila dalam keadaan lingkungan yang cocok sporangium akan terbuka sehingga spora akan terlepas dan jatuh pada tempat yang cocok. Spora yang kecil (haploid) akan berkecambah menjadi suatu protalium disebut dengan protonema, bentuknya seperti benang tumbuh memanjang di atas tanah. Protonema ini akan tumbuh menjadi besar, tetapi ada pula yang tetap kecil. Pada protonema ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut.

Bagaimana dengan perkembangan lumut selanjutnya? Perhatikan dan pelajari Gambar 7.16 berikut ini, kemudian diskusikan dengan teman-teman Anda!

gambar 7.16 perkembangan lumut gambar 7.16 perkembangan lumut

Keterangan gambar.
1 . Sporangium
2 . Spora berkecambah
3 . Germinasi yang menghasilkan gametofit muda dan kemudian menghasilkan dua kelamin berbeda
4 . Protonema dengan kuncup
5 . Lumut jantan
6 . Lumut betina
7 . Anteridium yaitu organ seks jantan yang menghasilkan sperma
8 . Arkegonium organ seks betina yang berisi satu sel telur
9 . Fertilisasi sel telur oleh sperma
10. Zigot yang merupakan permulaan dari fase diploid

skema daur hidup lumutskema daur hidup lumut

Berdasarkan skema daur hidupnya, tampak jelas dalam daur hidup lumut menunjukkan adanya pergiliran keturunan/metagenesis yang jelas. Perhatikan mulai dari spora tumbuh protonema dan seterusnya sampai menghasilkan anteridium dan arkegonium. Fase ini merupakan fase perkembangan yang haploid. Protonema dan lumutnya sendiri adalah gametofit sehingga disebut sebagai fase gametofit. Dari sel telur yang telah dibuahi tumbuh sporogonium dan merupakan fase perkembangan diploid. Sporogonium ini tidak hidup sendiri, tetapi mendapatkan makanannya dari gametofitnya. Sporogonium akan mengalami pembelahan secara reduksi menghasilkan spora, sehingga fase ini disebut sebagai fase sporofit. Demikian seterusnya kedua fase ini akan terjadi secara bergantian. Coba Anda pikirkan dan carilah perbedaan dari kedua fase tersebut!

Tahukah Anda selain memperbanyak diri dengan spora, lumut juga melakukan pembiakan secara vegetatif dengan kuncup eram. Pembiakan ini dapat terjadi dengan bermacam-macam cara, pada protonema, talus, atau bagianbagian lain pada tubuh lumut. Kuncup eram dapat melepaskan diri dari induknya dan tumbuh menjadi individu baru.

Ringkasan Ciri-Ciri Lumut

Tumbuhan ini mempunyai ciri tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati yang disebut dengan tumbuhan talus (thallophyta)

  • Hidup di tempat lembab, terdiri atas banyak sel
  • Belum memiliki akar, batang dan daun sejati.
  • Memiliki rizoid atau akar semu yg berfungsi sebagai akar untuk melekat
  • Mempunyai klorofil, bersifat autotrof
  • Mengalami pergiliran keturunan/metagenesis yaitu gametofit dan sporofit
  • Termasuk tumbuhan peralihan
  • Berkembang biak dengan spora yg dihasilkan oleh sporangium.
  • Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  • Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).
  • Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian – bagian sebagai berikut:
  1. Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjangmembentuk rizoid – rizoid  epidermis.
  2. Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks.
  3. Silinder pusat terdiri dari sel – sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk   mengangkut air dan garam – garam mineral (makanan)
  • Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
  • Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel.   Sel –sel daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
  • Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
  • Rizoid tampak seperti rambut / benang – benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam – garam mineral (makanan).
  • Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
  1. Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
  2. Seta atau tangki.
  3. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan  kotak spora.
  4. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
  5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.

Artikel Terkait

Updated: 25 November 2014 — 05:25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014