Contoh Keanekaragaman Jenis

Contoh Keanekaragaman Jenis- Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.

keanekaragaman jenis pada kacang

Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.

keanekaragaman jenis pada tanaman genus Ipomoeakeanekaragaman jenis pada tanaman genus Ipomoea (a) Ipomoea batatas(b) Ipomoea aquatica (c) Ipomoea pescaprae

Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda. Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.

keanekaragaman jenis pada citah

keanekaragaman jenis pada citah

Gambar Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah.

Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya. Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini :

No. Ciri-ciri Kucing Harimau Singa Citah
1. Ukuran tubuh Kecil Besar Besar Sedang
2. Warna bulu Hitam, putih, kuning Hitam, putih, kuning Hitam, putih, kuning Hitam/ putih
3. Tempat hidup Hutan, rumah Hutan Hutan Pohon

Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini.

No Ciri-ciri Kelapa Aren Pinang Lontar
1. Tinggi Batang >30m 25m 25 15-30m
2. Daun -Panjang tangkai daun 75-150cm
-Helaian daun 5m, ujungruncing dan keras
-Panjang tangkai daun 150cm Tangkai daun pendek -Panjang tangkai daun 100cm
-Helaian daun bulat, tepi daun bercangap menjari
3. Bunga Tongkol Tongkol Tongkol Bulir
Keanekaragaman pada suku Palmae

Keanekaragaman jenis pada suku Palmae

Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis. Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.

Bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi keanekaragaman spesies?

Over-eksploitasi, polusi dan konversi habitat adalah ancaman utama keanekaragaman spesies. Mereka menyebabkan hilangnya secara bertahap spesies di tingkat lokal, regional dan global. Selain itu, pengenalan spesies baru ke dalam ekosistem merusak keseimbangan alam.

Kecenderungan pertumbuhan berlebihan pada pariwisata, transportasi, produksi pangan berorientasi pada keuntungan (misalnya pertanian tanaman tunggal, selektif Budidaya), dan industri yang diterapkan pada kegiatan manusia.

Pemanasan global dan pertumbuhan penduduk terus meningkatkan tekanan tersebut terhadap keanekaragaman hayati.

Mengapa kita perlu mencegah hilangnya keanekaragaman spesies?

Seharusnya sudah jelas bahwa hilangnya spesies disertai dengan hilangnya fungsi, beberapa di antaranya langsung mempengaruhi kehidupan manusia dengan cara yang berat: pengurangan stok ikan digunakan secara komersial, dan erosi tanah dan sedimentasi, hanya dua contoh.

Sampai saat ini, para ilmuwan telah menghitung dan mengidentifikasi 1,7 juta organisme hidup, namun jumlah yang diperkirakan antara 5 dan 30 juta di planet ini, serta beberapa ilmuwan mengajukan angka 80 juta atau lebih, sangat sedikit yang diketahui tentang peran dan potensi yang dimiliki masing-masing untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal itu perlu untuk mencegah hilangnya keanekaragaman spesies ‘untuk menghindari hilangnya kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari mereka.

Artikel Terkait

Updated: 5 December 2014 — 11:44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme