Dinamika Muka Bumi

Dinamika Muka Bumi – Ketika menyaksikan lava panas meleleh dari gunung api yang sedang meletus, orang percaya bahwa di dalam Bumi terdapat cairan yang sangat luas. Orang zaman dahulu mengira bahwa cairan panas itu berasal dari neraka yang letaknya di dalam Bumi. Saat itu, materi panas yang ada di dalam Bumi menjadi teka-teki. Setelah beberapa ribu tahun kemudian, para ahli mulai menemukan titik terang bagaimana cairan panas itu terbentuk. Menurut para ahli, pada mulanya inti Bumi masih kecil. Namun, seiring bertambahnya massa, gravitasinya menjadi semakin kuat. Gravitasi yang kuat menyebabkan benda-benda kecil seperti meteor ditarik Bumi dengan kecepatan yang tinggi sehingga terjadi benturan. Benturan-benturan antara benda-benda kecil dengan Bumi itulah yang menyebabkan inti Bumi menjadi panas.

Petunjuk tentang material penyusun Bumi diberikan oleh beberapa meteorit yang pernah menabrak Bumi. Berdasarkan penelitian, meteorit itu tersusun oleh mineral besi dan silikat. Dari penelitian ini, para ahli menyimpulkan bahwa bahan utama Bumi adalah besi dan silikat.

Gambar 5.4 Lelehan lava panas gunung berapi

Gambar 5.4 Lelehan lava panas gunung berapi.

Selain bahan utama tersebut, terdapat unsur lain yang beberapa di antaranya bersifat radioaktif (bahan utama nuklir). Radioaktif yang paling penting adalah uranium yang sekarang masih ada. Para ahli berpendapat, dahulu pasti ada bahan radioaktif lain yang sekarang telah berubah menjadi bahan biasa kemudian melepaskan energi panas yang melelehkan besi dan silikat. Karena lebih berat daripada silikat, besi cenderung mengendap ke pusat menjadi inti Bumi. Kini, kamu telah tahu bahwa inti Bumi berupa besi yang sangat panas, suhunya kira-kira 3.900°C. Karena panasnya, bagian inti yang cair ini selalu bergolak. Gerakan inilah yang kemudian menyebabkan gempa serta melahirkan gunung dan pegunungan. Gerakan ini jugalah yang menyebabkan benua-benua bergeser. Pendapat bahwa benua-benua bergeser seperti balok-balok kayu yang mengapung di kolam sempat dicemoohkan orang selama bertahun-tahun. Namun, pada akhirnya ditemukan bukti-bukti yang menguatkan pendapat tersebut. Berdasarkan bukti-bukti itu, para ahli yakin bahwa dahulu benua-benua yang ada sekarang ini pernah menyatu yang disebut Pangaea.

Gambar 5.5 Proses perkembangan muka Bumi.

Gambar 5.5 Proses perkembangan muka Bumi.

Gambar 5.5 Proses perkembangan muka Bumi.

Dari gambar 5.5 proses perkembangan muka Bumi dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. 200 Juta Tahun yang Lalu

Benua-benua tergabung dalam satu superbenua bernama Pangaea. Amerika Utara dan Eurasia merupakan bagian utara Pangaea dan disebut Laurasia. Benua-benua lain bergerombol di segmen selatan, yaitu Gondwana. Di sebelah timur terdapat Laut Tethys.

b. 180 Juta Tahun yang Lalu

Benua Pangaea mulai pecah, dengan munculnya Samudra Atlantik Utara di antara Laurasia dan Gondwana. Gondwana sendiri pecah menjadi tiga bagian dan Laut Tethys menjadi lebih sempit.

c. 135 Juta Tahun yang Lalu

Sebuah retakan melebar antara Amerika Utara dan Eurasia dengan memperlebar Atlantik Utara. Amerika Selatan dan Afrika mulai terpisah sepanjang suatu retakan yang menjadi Samudra Atlantik Selatan. India bergerak ke utara menuju Asia.

d. 65 Juta Tahun yang Lalu

Amerika Selatan dan Afrika telah menempuh jalan masing-masing. Amerika Utara dan Eropa masih berhubungan dengan Greenland. Sedangkan India mendekati Asia.

e. Saat Ini

Greenland telah terpisah, sementara Australia telah berpindah ke utara dari Antartika. India telah menabrak Asia.

f. Prediksi 50 Juta Tahun yang Akan Datang

Samudra Atlantik terus melebar, sementara Samudra Pasifik menciut. Australia mendekati Asia. Lembah retak Afrika terbuka dan tergenang. Laut Merah melebar dan Teluk Persia lenyap.

Artikel Terkait

Updated: 21 November 2014 — 13:58

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme