Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Gen

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Gen- Dalam penampakan luarnya, gen bekerja dengan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Penggunaan “gen” dalam percakapan sehari-hari (misalnya “gen cerdas” atau “gen warna rambut”) sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi, bersama-sama dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga.

1. Gen yang Dipengaruhi Jenis Kelamin

Gen ini disebut dengan Sex Influenced Gene, merupakan gen dominan yang biasanya memperlihatkan pengaruh sama pada semua jenis, tetapi ada gen-gen tertentu yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Misalnya:

a. Gen kepala botak

Genotipe Fenotipe
Pria Pria Wanita
BB Botak Botak
Bb Botak Tidak botak
bb Tidak botak Tidak botak

b. Gen jari telunjuk

Genotipe

Fenotipe
Pria Pria Wanita
PP Telunjuk panjang Telunjuk panjang
Pp Telunjuk pendek Telunjuk panjang
pp Telunjuk pendek Telunjuk pendek

2. Gen yang Pengaruhnya Terbatas Pada Jenis Kelamin Tertentu

Gen ini disebut Sex Limited Gene, merupakan gen yang hanya tampak pada jenis kelamin tertentu saja. Misalnya:

a. Gen pengatur pertumbuhan payudara. Hal ini hanya tampak pada jenis kelamin wanita.

b. Gen pengatur ukuran dan bentuk penis. Hal ini hanya tampak pada jenis kelamin pria.

c. Gen pengatur sifat kelamin sekunder. Hal ini hanya tampak pada jenis kelamin tertentu. Sifat kelamin sekunder pada pria, antara lain adanya kumis, jakun, suara besar. Sedangkan sifat kelamin sekunder pada wanita antara lain kulit halus, pinggul besar, dan suara tinggi.

Artikel Terkait

Updated: 14 November 2014 — 11:15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014