Kegunaan Halogen dan Senyawa Halogen

Kegunaan Halogen dan Senyawa Halogen – 

1. Fluorin dan Senyawanya

Keberadaan fluorin di alam paling banyak dan paling reaktif. Fluor ditemukan pada mineral fluorspar (CaF2), kriolit (Na3AlF6), dan flouroapatit (Ca5(PO4)3F). Selain itu unsur ini ditemukan pada gigi manusia dan hewan, walaupun dalam kadar rendah. Fluor dapat diperoleh dengan menggunakan proses Moissan, sesuai dengan nama orang yang pertama kali mengisolasi fluorin, H. Moissan (1886). Proses ini menggunakan metode elektrolisis HF terlarut dalam leburan KHF2.

Reaksi: 2 HF→ H2(g) + F2(g)

F2 disimpan dalam wadah Ni atau Cu, karena permukaan dari wadah logam akan membentuk pelindung dari lapisan fluorida.

Kegunaan senyawa fluorin, antara lain:

a. CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.

b. Na2SiF6, bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi.

c. NaF, dapat digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium, yaitu bahan bakar reaksi nuklir.

d. Teflon, bahan plastik tahan panas.

e. Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan kaca.

2. Klorin dan Senyawanya

Klorin terkandung di dalam air laut dalam bentuk garam (NaCl) dengan kadar 2,8%. Sifat oksidator yang tidak sekuat F2 menyebabkan klorin dapat diproduksi dengan menggunakan cara elektrolisis maupun oksidasi.

Klorin dapat dibuat menggunakan beberapa cara, yaitu:

a. Proses Deacon (oksidasi)

HCl dicampur dengan udara, kemudian dialirkan melalui CuCl2 yang bertindak sebagai katalis. Reaksi terjadi pada suhu ± 430 °C dan tekanan 20 atm.

Reaksi: 4 HCl + O2 CuCl2→ 2 H2O + 2 HCl2

b. Elektrolisis larutan NaCl menggunakan diafragma

Reaksi: 2 NaCl + 2 H2O -elektrolisis→ 2K2NaOH + H+2ACl

c. Elektrolisis lelehan NaCl

Reaksi: 2 NaCl elektrolisis → KNa+2A

Kegunaan senyawa klorin, antara lain:

a. Cl2, digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

b. NaCl, digunakan sebagai garam dapur.

c. KCl, digunakan untuk pupuk.

d. NH4Cl, digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai.

e. NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga dapat digunakan sebagai bleaching agent, yaitu pengoksidasi zat warna.

f. Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai disinfektan pada air.

g. ZnCl2, sebagai bahan pematri atau solder.

h. PVC, digunakan pada industri plastik untuk pipa pralon.

i. Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.

3. Bromin dan Senyawanya

Bromin dapat ditemukan dalam air laut. Sifat oksidator bromin tidak terlalu kuat. Bromin dapat diperoleh dengan beberapa cara. Pada skala industri, bromin dihasilkan dengan cara mengekstraksi air laut. Hal ini dikarenakan kandungan air laut akan Br– tinggi (kira-kira 70 ppm). Mula-mula pH air laut dibuat menjadi 3,5 dan kemudian direaksikan dengan Cl2(g) untuk mengoksidasi Br– menjadi Br2(g).

Reaksi: Cl2(g) + 2 Br(aq)Br2(g) + 2 Cl(aq)

Kegunaan senyawa bromin antara lain:

a. NaBr, sebagai obat penenang saraf.

b. AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci dengan larutan Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan tertinggal pada film sebagai bayangan hitam.

c. CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.

d. C2H4Br2, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.

4. Iodin dan Senyawanya

Senyawa iodin yang paling banyak ditemukan adalah NaNIO3 yang bercampur dengan NaNO3. Iodin meskipun padat, tetapi mudah menyublim karena mempunyai tekanan uap yang tinggi. Dalam skala industri, iodin diperoleh dengan mereaksikan NaIO3 dengan natrium bisulfit (NaHSO3). Endapan I2 yang didapat, disaring dan dimurnikan.

Reaksi: 2 NaIO3 + 5 NaHSO3 3 NaHSO4 + 2 Na2SO4 + H2O + I2

Kegunaan senyawa iodin, antara lain:

a. I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.

b. KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur.

c. I2, digunakan untuk mengetes amilum dalam industri tepung.

d. NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.

e. Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014