Kehidupan Sosial Ekonomi Mataram-Islam

Kehidupan Sosial Ekonomi Mataram-Islam

a. Kehidupan Sosial-Budaya

Antara tahun 1614 hingga 1622, Sultan Agung mendirikan keraton baru di Kartasura, sekitar 5 km dari Keraton Kotagede. Ia memperkuat militer, berhasil mengembangkan kesenian, serta pertukangan. Selain itu, ia pun membangun komplek pemakaman raja-raja Mataram di Bukit Imogiri. Kalender Jawa ia ganti dengan sistem kalender Hijriah. Pada tahun 1639, sultan ini mengirim utusannya ke Mekah. Setahun kemudian, 1640, utusan Mataram ini membawakan gelar baru bagi Sultan Agung dari syarif di Mekah. Gelar baru itu adalah Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarani.

Seperti halnya ibukota kerajaan Islam lainnya, ibukota Mataram memiliki ciri khas kota berarsitekturkan gaya Islam. Tata letak istana atau keraton senantiasa berdekatan dengan bangunan masjid. Letak keraton biasanya dikelilingi benteng dengan pospos pertahanan di berbagai penjuru angin. Di luar pagar benteng terdapat parit bautan yang berfungsi sebagai barikade pertahanan ketika menghadapi lawan. Parit buatan ini berfungsi juga sebagai kanal, tempat penampungan yang memasok air ke dalam kota.

Pada masa Paku Buwono II ini di istana Surakarta terdapat seorang pujangga bernama Yasadipura I (1729-1803). Yasadipura I dipandang sebagai sastrawan besar Jawa. Ia menulis empat buku klasik yang disadur dari bahasa Jawa Kuno (Kawi), yakni Serat Rama, Serat Bharatyudha, Serat Mintaraga, serta Arjuna Sastrabahu. Selain menyadur sastra-sastra Hindu-Jawa, Yasadipura I juga menyadur sastra Melayu, yakni Hikayat Amir Hamzah yang digubah menjadi Serat Menak. Ia pun menerjemahkan Dewa Ruci dan Serat Nitisastra Kakawin. Untuk kepentingan Kasultanan Surakarta, ia menerjemahkan Taj as-Salatin ke dalam bahasa Jawa menjadi Serat Tajusalatin serta Anbiya. Selain buku keagamaan dan sastra, ia pun menulis naskah bersifat kesejarahan secara cermat, yaitu Serat Cabolek dan Babad Giyanti.

b. Kehidupan Ekonomi

Posisi ibukota Mataram di Kota Gede yang berada di pedalaman menyebabkan Mataram sangat tergantung kepada hasil pertanian. Dengan kehidupan masyarakat yang agraris membentuk tatanan masyarakat sistem feodal. Bangsawan, priyayi dan kerabat kerajaan yang memerintah suatu wilayah diberi tanah garapan yang luas, sedangkan rakyat bertugas untuk mengurus tanah tersebut. Sistem ini melahirkan tuan tanah yang menganggap menguasai wilayahnya.

Kehidupan kerajaan Mataram mengandalkan dari agraris, sedangkan daerah pesisir pantai di wilayah yang dikuasai tidak dimanfaatkan. Dengan mengandalkan dari pertanian, Mataram melakukan penaklukan ke beberapa kerajaan-kerajaan di Jawa Timur dan Jawa Barat. Dengan menarik upeti dari wilayah-wilayah penghasil beras menyebabkan perekonomian berkembang dengan cepat. Keadaan tersebut tidaklah menguntungkan bagi rakyat, karena mereka seakan-akan diperlakukan tidak benar oleh penguasa. Tidaklah mengherankan apabila banyak yang melarikan diri dari wilayah kekuasaan Mataram atau terjadinya pemberontakan.

  • Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Ternate-Tidore

    Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Ternate-Tidore a. Kehidupan Sosial Agama Islam masuk di bandar Hitu, Ambon. Banyak pemuda-pemuda Maluku yang belajar agama Islam di Gresik,...

  • Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Goa-Tallo

    Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Goa-Tallo (Makassar) a. Kehidupan Sosial Orang Makassar dikenal sebagai pelaut ulung, transportasi yang digunakan adalah perahu Pinisi. Mereka berani menyeberang...

  • Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Demak

    Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Demak a. Kehidupan Ekonomi Posisi kerajaan Demak sangat strategis dalam perdagangan laut, pelabuhannya sering dipakai transit kapal-kapal dagang dari wilayah...

  • Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten

    Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten a. Kehidupan Sosial Pemerintahan Banten di Jawa Barat menggunakan aturan dan hukum Islam, sehingga kehidupan masyarakatnya hidup secara teratur....

  • Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Malaka

    Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Malaka a. Kehidupan Ekonomi Sejak Kerajaan Malaka berkuasa, jalur perdagangan internasional yang melalui Selat Malaka semakin ramai. Bersamaan dengan melemahnya...

Baca juga artikel terkait dengan Kehidupan Sosial Ekonomi Mataram-Islam

  • Jelaskan faktor Penyebab keruntuhan VOC

    Pada pertengahan abad ke 18, VOC mengalami kemunduran. Pada tahun 1795 dibentuk panitian yang bertugas menggagas pembubaran VOC. Di tahun yang sama, octrooi yang...

  • Sebab-sebab dilaksanakan tanam paksa di indonesia

    Istilah cultuurstelsel sebenarnya berarti sistem tanaman. Terjemahannya dalam bahasa inggris adalah culture sistem atau cultivation system. Lebih tepat lagi diterjemahkan menjadi system of government...

  • Perjuangan rakyat bali melawan kolonial belanda

    Perjuangan rakyat bali melawan pemerintahan kolonial belanda(perang bali pada tahun 1848-1908) (bali) Antara pemerintah kolonial dan para penguasa di bali bersengketa mengenai hak tawan...

  • Penyebab terjadinya perang diponegoro

    Perang diponegoro (tahun 1825-1830) Perjuangan dalam melawan pemerintahan belanda juga dilakukan di jawa, seperti yang dilakukan pangeran diponegoro. Sebab umum terjadinya perang diponegoro adalah...

  • Latar belakang munculnya politik etis

    Politik etis (balas budi) Tahukah anda bagaimana latar belakang munculnya politik etis ? a.    Latar belakang munculnya politik sebagai berikut: 1.    Adanya pelaksanaan sistem...

Leave a comment

Your email address will not be published.

*