Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi Kehidupan

Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi Kehidupan – Tanah menjadi media hidup bagi banyak makhluk hidup di Bumi ini, termasuk kita manusia. Bahkan manusia memegang kendali utama dalam penggunaan tanah. Berbagai cara ditempuh untuk mengoptimalkan kegunaan tanah, mulai dari kegiatan pertanian, pertambangan, dan aktivitas penggunaan lahan lainnya. Kita sering tidak menyadari bahwa pemanfaatan tersebut telah menimbulkan penurunan kualitas tanah. Bagaimana kerusakan itu bisa terjadi?

a. Erosi

Erosi seperti yang telah dibahas di depan juga merupakan salah satu bentuk kerusakan tanah. Pengikisan yang terjadi membuat materi tanah terlarut hingga akhirnya tanah kehilangan unsur haranya. Akibatnya, tanah akan kehilangan kesuburannya Tidak hanya itu, terkikisnya lapisan tanah menyebabkan rusaknya struktur tanah, hingga kemampuan menyerap air menjadi berkurang. Tahukah kamu bagaimana akibatnya?

Dampak erosi tidak hanya akan dirasakan oleh tempat di sekitar terjadinya erosi, tetapi juga wilayah yang menjadi daerah pengendapan hasil erosi. Sedimentasi di sungai mengakibatkan menurunnya daya tampung sungai. Bisa kamu bayangkan  akibatnya?

Tanah yang semula subur akan kehilangan kesuburannya akibat tertimbun oleh materi hasil erosi. Aliran air sungai yang membawa material terlarut akan menjadi keruh. Kekeruhan memengaruhi daya tembus sinar matahari ke dalam sungai. Jika air keruh, sinar matahari tidak lagi mampu menembus air sungai. Sementara itu, di sungai terdapat berbagai organisme yang memerlukan sinar matahari untuk menunjang kehidupannya.

b. Penggundulan Hutan

Penyebab penggundulan hutan adalah bertambahnya permintaan lahan untuk permukiman, sehingga lahan-lahan hutan diubah menjadi permukiman. Selain permintaan lahan permukiman meningkat, penyebab lain adalah perladangan berpindah dan kepentingan ekonomi. Karena kayu dan hasil hutan merupakan komoditas ekspor yang bernilai tinggi, maka penebangan hutan menjadi marak dan tidak terkendali lagi. Akibat hutan gundul, satwa liar akan kehilangan habitatnya hingga akhirnya untuk mempertahankan hidup sulit. Jika sudah begini kamu pasti tahu dampaknya bagi lingkungan. Selain itu, fungsi hutan yang selama ini sebagai paru-paru dunia dan penyimpan cadangan air akan hilang. Bagaimana dampaknya bagi lingkungan?

Gambar 6.88 Hutan gundul

Gambar 6.88 Hutan gundul

c Polusi

Polusi tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga di tanah dan air. Polusi disebabkan pembuangan limbah, baik itu limbah industri ataupun limbah rumah tangga ke dalam tanah, air, dan udara.

d. Kebakaran Hutan

Tahukah kamu kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra yang terjadi sepanjang tahun 2006? Kebakaran hutan ini menyebabkan penurunan biomas di dalam tanah, sehingga produktivitas tanah menurun. Selain itu, kebakaran hutan juga akan meningkatkan erosi tanah.

Polusi tanah

Gambar 6.89 Polusi tanah

e. Eksploitasi Tambang yang Berlebihan

Bahan-bahan tambang seperti emas, tembaga, dan bahan galian C (pasir dan batu) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Eksploitasi bahan-bahan tambang yang berlebihan, tanpa memerhatikan lingkungan akan berdampak negatif di kemudian hari. Lahan yang telah ditambang akan meninggalkan lubang-lubang yang mengangga di muka Bumi. Kerusakan lingkungan yang berupa kesuburan tanah hilang dan perubahan topografi banyak ditemukan pada lahan tambang yang dieksploitasi secara berlebihan.

f. Kerusakan Karena Proses Kimiawi Air Hujan

Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena proses mekanis. Proses kimiawi ini menyebabkan tanah menjadi tidak subur.

g. Kerusakan Karena Proses Mekanis Air Hujan

Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores permukaan tanah sehingga terbentuk selokan. Pada daerah yang tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.

h. Kerusakan Karena Tanah Longsor

Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan batuan ke bagian bawah akibat pengaruh daya gravitasi. Hujan mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longsor dan berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas dari permukaan tanah.

i. Kerusakan Karena Terkumpulnya Garam di Daerah Perakaran (Salinisasi)

Di daerah-daerah tertentu, proses penguapan yang tinggi setelah hujan lebat, menyebabkan kandungan garam dalam tanah meningkat. Proses selanjutnya adalah pengikat unsur-unsur kimia penting dalam tanah oleh garam. Kondisi demikian menyebabkan turunnya kesuburan tanah.

j. Kerusakan Karena Penjenuhan Tanah oleh Air (Waterlogging)

Pada daerah yang bertekstur tanah lempung, sebagian besar air hujan yang jatuh ke tanah akan menggenang di permukaan tanah. Hanya sedikit saja air yang lolos ke dalam tanah sebagai air tanah. Lamanya air yang menggenang menyebabkan tanah jenuh terhadap air, sehingga unsur kimia penting dalam tanah ikut tercuci atau hilang. Tanah yang mengalami kejenuhan air biasa ditemukan dengan warna keabu-abuan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme