Pengertian Habitat

Habitat suatu spesies tertentu menggambarkan lingkungan di mana spesies yang dikatakan terjadi dan sebagai akibat jenis masyarakat membentuk. Habitat didefinisikan sebagai bagian dalam lingkungan yang terdiri dari beberapa dimensi yang mewakili baik komponen biotik dan abiotik lingkungan atau komponen yang berkaitan dengan penggunaan lokasi organisme tersebut. Fitur fisik seperti tanah, suhu, kelembaban dan ketersediaan cahaya dan faktor-faktor hidup seperti makanan dan predator adalah apa yang membuat habitat.

Habitat

Habitat adalah tempat di mana spesies mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup: makanan, air, tutup, dan tempat untuk membesarkan anak. Dengan kata lain, habitat adalah rumah tanaman atau hewan. Bagi orang, habitat mungkin membentang dari rumah mereka (di mana mereka memiliki air, penutup dan tempat untuk membesarkan anak), ke supermarket (di mana mereka membeli makanan). Semua tempat orang pergi untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup dapat dianggap sebagai bagian dari habitat mereka.

Makhluk hidup yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda untuk makanan, air dan penutup, sehingga masing-masing jenis hewan atau tanaman memiliki jenis habitat tertentu. Sebagai contoh, beberapa bintang laut hidup di kolam pasang surut berbatu di sepanjang pantai Pasifik. Zona pasang surut berbatu merupakan bagian utama dari habitat bintang itu laut (bintang laut mengambang larva melalui perairan pesisir, yang juga dianggap sebagai bagian dari habitat hewan).

Rusa besar, di sisi lain, memiliki kebutuhan yang sangat berbeda dari bintang laut dan tinggal di jenis yang sangat berbeda dari habitat – seperti hutan cemara dari Alaska.

Definisi Habitat

  • Daerah atau lingkungan di mana suatu komunitas organisme atau ekologi biasanya hidup atau terjadi.
  • Tempat di mana seseorang atau sesuatu yang paling mungkin ditemukan.
  • Sebuah struktur yang memberi lingkungan yang terkendali untuk tinggal di lokasi yang sangat tidak bersahabat, seperti laboratorium penelitian bawah air.

Pengertian Produsen dalam Habitat dan Relung

Produsen adalah organisme yang bisa menyusun senyawa organik dari senyawa anorganik. Produsen juga dapat digolongkan dalam organisasi yang bisa menghasilkan makanannya sendiri.

Senyawa organik yang lebih kompleks dan berenergi tinggi disintesis dari senyawa anorganik sederhana dengan menggunakan energi matahari.

Yang termasuk dalam kelompok produsen ini adalah tumbuhan hijau, beberapa jenis bakteri dan ganggang. Hal ini dikarenakan organisme produsen ini mampu menghasilkan zat makanan sendiri yang juga biasa disebut dengan organisme autotrof.

Amilum yang terbentuk dapat dirubah menjadi senyawa lain melalui reaksi metabolisme yang juga dapat menjadi gula, lemak, protein dan vitamin.

Pengertian Konsumen dalam Habitat dan Relung

Konsumen dalam ekosistem adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri. Konsumen merupakan organisme yang tak mampu menyusun senyawa organik sendiri.

Zat organik ini diperlukan berasal dari produsen atau organisme lain. Karena makannya tergantung kepada organisme lain yang juga biasa disebut dengan organisme hetertotrof.

Berdasarkan organisme yang dimakan konsumen dapat dibedakan dalam beberapa bagian seperti berikut ini:

  • Herbivora adalah konsumen yang makanannya tumbuh-tumbuhan.
  • Karnivora adalah konsumen yang makanannya hewan lain.
  • Omnivora adalah konsumen yang makanannya berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Berdasarkan tingkatannya konsumen dapat dibedakan menjadi berikut:

  • Konsumen tingkat I yaitu konsumen yang langsung memakan produsen.
  • Konsumen tingkat II yaitu konsumen yang langsung memakan konsumen tingkat I.
  • Konsumen tingkat II yaitu konsumen yang memakan konsumen tingkat ke II.
  • Konsumen puncak adalah konsumen yang berkedudukan sebagai pemakan konsumen tingkat ke III.

Pengertian Dekomposer dalam Ekosistem

Pengertian dekomposer disebut juga dengan pengurai, dimana organisme ini mampu menghancurkan partikel-partikel organisme lain. Dengan menghancurkan partikel-partikel tersebut mereka mendapatkan makanan atau bahan organik yang diperlukan untuk hidup.

Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur yang bersifat saprofit. Zat-zat makanan yang terkandung dalam sampah akan diurai oleh organisme saprofit menjadi gas hydrogen sulfide yang dapat menimbulkan bau berupa karbon dioksida, air, dan mineral-mineral yang meresap ke dalam tanah.

Mineral, air dan karbon dioksida merupakan hasil penguraian yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena zat organik yang terurai akan mengalami daur ulang kembali menjadi unsur hara.

Pengertian Detritivora dalam Ekosistem

Detritivora adalah golongan organisme yang memakan partikel-partikel organik atau detritus. Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan yang melapuk.

Hewan yang termasuk dalam jaringan detritivora diantaranya adalah cacing tanah, siput, lipan, teripang, serta berbagai jenis heterotrof lainnya.

Selain ke empat komponen tersebut, di dalam ekosistem juga dijumpai hewan konsumen lain yang memakan bangkai binatang sisa atau binatang yang telah mati. Hewan pemakan bangkai ini disebut scavanger.

Selain itu ada juga hewan yang menangkap dan memangsa hewan lain, hewan ini juga disebut dengan istilah predator. Selain predator juga ada parasit, yakni makhluk hidup yang mengambil makanan dari makhluk hidup lain.

Dalam ekosistem, predator memiliki peran sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Hilangnya predator dapat memicu tingginya pertumbuhan dan perkembangan populasi hewan yang dimangsa. Jika predator hama sudah habis, maka sudah barang tentu populasi hama dapat meningkat dengan pesat.

Artikel Terkait

Updated: 22 December 2014 — 13:26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme