Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli. Seperti kita tahu bahwa kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kebudayaan. Kemajuan kehidupan manusia dilihat dari kebudayaannya. Setiap manusia mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor. Apa yang dilihat oleh orang dari suatu masyarakat tertentu mungkin akan tampak aneh bagi masyarakat lainnya. Misalnya, cara pakaian orang-orang Amerika atau Eropa tampak berbeda dengan cara pakaian orang-orang Asia.

Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

Coba kalian amati gaya bicara masyarakat Batak terdengar keras dan kasar berbeda dengan gaya bicara masyarakat Jawa khususnya Solo dan Yogyakarta yang lembut dan pelan? Bagaimana komentar kalian melihat hal tersebut? Atau ketika melihat masyarakat di Irian Jaya, yang masih menggunakan koteka saja?

Kata kebudayaan berasal dari kata bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal, sehingga kebudayaan secara sederhana diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal. Dalam Bahasa Inggris kebudayaan disebut sebagai culture yang berasal dari kata Latin colere artinya mengolah tanah atau bertani. Dari pengertian colere tersebut maka culture dapat diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah manusia. Beberapa ahli memberikan pengertian kebudayaan sebagai berikut.

1) E.B. Tylor

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2) Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

3) Koentjaraningrat

Koentjaraningrat menyatakan kebudayaan terbagi dalam tiga wujud, yaitu:

a) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya biasa disebut sistem budaya. Ini merupakan wujud ideal dari kebudayaan yang mempunyai ciri-ciri abstrak, tak dapat diraba, atau difoto. Misalnya, sebuah hasil pemikiran yang tertuang dalam buku atau artikel maka yang lokasi kebudayaannya ideal ada pada buku atau artikel tersebut.

b) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, disebut sistem sosial. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain menurut waktu dan pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan.

c) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Ini jelas sekali karena merupakan kebudayaan fisik, dapat terlihat dan diraba, seperti Candi Borobudur.

Seperti dalam konsep masyarakat, menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan yang biasa disebut cultural universals, meliputi:

1) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia.

Unsur budaya ini terdiri dari alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, pakaian, perumahan.

2) Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.

Misalnya peternakan, pertanian, industri, nelayan, sistem konsumsi, sistem distribusi, sistem produksi.

3) Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).

4) Bahasa baik lisan maupun tertulis.

5) Kesenian.

Kesenian berupa gagasan-gagasan, ciptaan, pikiran wujudnya dapat berupa benda-benda yang indah dna candi, kain tenun.

Contoh: Seni rupa, seni suara, seni gerak.

6) Sistem pengetahuan.

Meliputi teknologi dan kepandaian dalam hal tertentu misalnya, pada masyarakat nelayan, ada pengetahuan tentang musim perpindahan ikan dan sebagainya.

7) Religi (sistem kepercayaan).

Sistem relegi berwujud sebagai sistem keyakinan dan gagasan-gagasan tentang tuhan, dewa-dewa, ruh-ruh halus dan surga juga upacara atau benda-benda suci serta religius.

Setiap kebudayaan yang diciptakan oleh manusia memiliki sifat hakikat yang sama, yaitu:

1) Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.

2) Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.

3) Kebudayaan diperlukan manusia kemudian diwujudkan dalam tingkah lakunya.

4) Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajibankewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakantindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Artikel Terkait

Updated: 4 November 2014 — 18:33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014