Pengertian Massa

Pengertian Massa. Massa, dalam fisika, menyatakan kuantitas materi dalam benda terlepas dari volume atau setiap gaya yang bekerja padanya. Istilah massa tidak harus bingung dengan berat, yang merupakan ukuran gaya gravitasi yang bekerja pada benda. Dalam kondisi massa tubuh biasa dapat dianggap konstan, tetapi, berat, tidak konstan, karena gaya gravitasi bervariasi dari satu tempat ke tempat. Pengertian satu kilogram adalah massa dari sebuah kilogram standar yang terbuat dari platina iridium berwujud tabung yang disimpan di Sevres, Perancis. Pengertian massa satu kilogram yang lain adalah massa 1 liter air murni pada suhu 4°C.

Pengertian Massa

Pengertian Massa

Ada dua cara yang mengacu pada massa, tergantung pada hukum fisika yang mendefinisikannya: ada massa gravitasi dan massa inersia. Massa gravitasi benda dapat ditentukan dengan membandingkan benda pada balok keseimbangan dengan satu set massa standar; dengan cara ini faktor gravitasi dihilangkan. Massa inersia benda adalah ukuran resistensi benda terhadap percepatan oleh beberapa kekuatan eksternal. Satu benda memiliki dua kali lebih banyak massa inersia dari benda yang lain jika ia mendapatkan dua kali lipat kekuatan bertentangan dengan percepatan yang sama. Semua bukti tampaknya menunjukkan bahwa massa gravitasi dan inersia benda adalah sama, sebagaimana yang dituntut oleh prinsip kesetaraan relativitas Einstein, sehingga di lokasi yang sama sama (inersia) massa memiliki bobot yang sama. Karena nilai numerik untuk massa benda adalah sama di mana saja di dunia, digunakan sebagai dasar acuan bagi banyak pengukuran fisik, seperti densitas dan kapasitas panas.

Sebagai contoh, seseorang yang mengangkat benda berat di Bumi dapat mengasosiasi berat benda tersebut dengan massanya. Asosiasi ini dapat diterima untuk benda-benda yang berada di Bumi. Namun apabila benda tersebut berada di Bulan, maka berat benda tersebut akan lebih kecil dan lebih mudah diangkat namun massanya tetaplah sama.

Tubuh manusia dilengkapi dengan indera-indera perasa yang membuat kita dapat merasakan berbagai fenomena-fenomena yang diasosiasikan dengan massa. Seseorang dapat mengamati suatu objek untuk menentukan ukurannya, mengangkatnya untuk merasakan beratnya, dan mendorongnya untuk merasakan gaya gesek inersia benda tersebut. Penginderaan ini merupakan bagian dari pemahaman kita mengenai massa, namun tiada satupun yang secara penuh dapat mewakili konsep abstrak massa. Konsep abstrak bukanlah berasal dari penginderaan, melainkan berasal dari gabungan berbagai pengalaman manusia.

Konsep modern massa diperkenalkan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) dalam penjelasan gravitasi dan inersia yang dikembangkannya. Sebelumnya, berbagai fenomena gravitasi dan inersia dipandang sebagai dua hal yang berbeda dan tidak berhubungan. Namun, Isaac Newton menggabungkan fenomena-fenomena ini dan berargumen bahwa kesemuaan fenomena ini disebabkan oleh adanya keberadaan massa.

Menurut teori relativitas khusus, massa tidak sepenuhnya konstan tetapi meningkat dengan kecepatan sesuai dengan rumus m = m0/1 – v2 / c2, dimana m0 adalah massa seluruh benda, v adalah kecepatan , dan c adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa. Peningkatan massa, tidak menjadi cukup sampai kecepatan yang sangat besar tercapai. Seluruh massa benda adalah massa pada kecepatan nol. Teori relativitas khusus juga mengarah hubungan Einstein antara massa-energi, E = mc2, di mana E adalah energi, dan m dan c adalah masing-masing massa (relativistik) dan kecepatan cahaya. Karena kesetaraan massa dan energi, hukum kekekalan energi diperluas untuk menyertakan massa dan bentuk energi.

Artikel Terkait

Updated: 4 November 2014 — 18:14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014