Pengertian Osmosis dan Proses Osmosis

Pengertian Proses Osmosis- Proses, yang penting dalam biologi, pertama kali diteliti secara mendalam pada tahun 1877 oleh seorang ahli fisiologi tanaman Jerman, Wilhelm Pfeffer.  Untuk memahami tentang osmosis, perhatikan Gambar. menunjukkan proses osmosis. Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti berikut.

gb proses osmosis

gambarb proses osmosis

Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis.

Pengertian Osmosis adalah :

1. Difusi suatu pelarut (biasanya molekul air) melalui membran semipermeabel dari area dengan konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah konsentrasi zat terlarut tinggi.

2. Gerakan Bersih molekul air melalui membran semipermeabel dari area dengan potensi air yang lebih tinggi ke daerah potensi air yang lebih rendah.

3. Kecenderungan air mengalir dari larutan hipotonik (konsentrasi rendah zat terlarut) ke larutan hipertonik (konsentrasi tinggi zat terlarut) melintasi membran semipermeabel.

Proses Osmosis

Proses Osmosis pada Sel darah

Jika sel-sel darah pada gambar di atas ditempatkan dalam larutan air garam konsentrasi yang berbeda, berikut ini akan terjadi:

Bila larutan air garam hipertonik itu akan mengandung konsentrasi tinggi zat terlarut dan konsentrasi yang lebih rendah dari air daripada sel-sel darah. Cairan akan mengalir dari daerah konsentrasi zat terlarut rendah (sel darah) ke daerah konsentrasi zat terlarut tinggi (larutan air). Akibatnya sel-sel darah akan menyusut.

Jika larutan air garam isotonik itu akan mengandung konsentrasi yang sama zat terlarut sebagai sel-sel darah. Cairan akan mengalir sama antara sel-sel darah dan larutan air. Akibatnya sel-sel darah akan tetap dengan ukuran yang sama.

Jika larutan air garam hipotonik itu akan mengandung konsentrasi yang lebih rendah dari zat terlarut dan konsentrasi yang lebih tinggi dari air daripada sel-sel darah. Cairan akan mengalir dari daerah konsentrasi zat terlarut rendah (larutan air) ke daerah konsentrasi zat terlarut tinggi (sel-sel darah). Akibatnya sel-sel darah akan membengkak dan bahkan meledak.

Contoh-contoh Osmosis
Beberapa proses osmosis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari:

1. Jika kita merendam wortel ke dalam larutan garam 10 % maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuannya). Hal ini disebabkan potensial air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibanding dengan potensial air pada larutan garam sehingga air dari dalam sel akan keluar ke dalam larutan tersebut. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.
2. Penggunaan cairan infus yang harus isotonik dengan sel darah dalam tubuh, agar tidak terjadi krenasi maupun plasmolisis. Ini juga cmerupakan contoh Osmosis.
3. Penyerapan air dan mineral dalam tanah oleh akar tanaman.
Akar mempunyai fungsi penyerapan dan penyimpanan. Tumbuhan memperoleh bahan-bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan melalui akarnya. Akar menyerap air dari lingkungan sekitarnya secara osmosis. Akar juga menyerap menyerap mineral dari lingkungan sekitarnya bersama dengan penyerapan air. Air masuk kedalam akar melalui rambut-rambut akar. Rambut akar akan meningkatkan luas permukaan akar dan dapat meningkatkan jumlah air yang di serap atau di ambil oleh tumbuhan. Air yang ada ditanah masuk karena adanya perbedaan konsentrasi air dan akan masuk melalui akar dan akan melewati Epidermis – korteks – endodermis – perisikel – xylem.

Penyerapan air oleh akar terjadi melalui mekanisme perbedaan tekanan antara sel-sel akar dan air tanah. Ketika tekanan bagian dalam sel-sel akar lebih rendah dari tekanan di luar, tumbuhan memasukkan air dari luar. Jadi, sel-sel akar mengambil air dari luar tidak setiap saat dan terus menerus, melainkan hanya ketika sel-sel tersebut memerlukannya.

Dalam sistem biologi, osmosis sangat penting karena banyak membran biologis semipermeabel, dan menyebabkan efek-efek fisiologis yang berbeda. Sebagai contoh, ketika sel hewan sekitarnya terkena hipertonik (atau konsentrasi air lebih rendah) air akan meninggalkan sel menyebabkan sel menyusut.

Ketika sel hewan ditempatkan pada daerah sekitarnya hipotonik (atau lebih tinggi konsentrasi air), molekul air akan bergerak ke dalam sel menyebabkan sel membengkak. Jika osmosis berlanjut dan sel menjadi berlebihan akhirnya akan meledak. Dalam sel tumbuhan, osmosis berlebihan dicegah karena tekanan osmotik yang diberikan oleh dinding sel sehingga menstabilkan sel. Bahkan, tekanan osmotik adalah penyebab utama dukungan pada tanaman. Namun, jika sel tumbuhan ditempatkan dalam daerah hipertonik, dinding sel tidak dapat mencegah sel dari kehilangan air. Hasilnya sel menyusut (atau sel menjadi lembek).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme