Pengertian Proses Pinositosis

Pengertian Proses Pinositosis- Pinositosis merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel. Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron. Sel-sel yang melakukan proses pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati, dan lain-lain. Tahapan proses pinotosis adalah sebagai berikut.

proses pinositosis

proses pinositosis

Keterangan gambar:
1. Molekul-molekul medium kultur mendekati membran sitoplasma.

2. Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi karena adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel dengan di dalam sel.

3. Mulai terbentuk invaginasi pada membran sitoplasma.

4. Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.

5. Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik.

6. Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembunggelembung kantong.

7. Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan fragmentasi.

8. Gelembung pecah menjadi gelembung yang lebih kecil.

Pinositosis merupakan proses dimana partikel-partikel kecil yang berupa cairan ditangkap oleh sel dengan cara memecah partikel-pertikel kecil tersebut menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Partikel-partikel yang telah dipecah tersebut kemudian membentuk vesikula-vesikula kecil yang merupakan hasil invaginasi membran sel. Vesikula-vesikula kecil tersebut kemudian akan berfusi dengan lisosom untuk ”mencerna” partikel tersebut
(Campbell, et. al., 2002).

Salah satu organisme yang melakukan pinositosis adalah Amoeba proteus melakukan pinositosis terutama untuk mengabsorpsi nutrisi dalam bentuk cairan. Amoeba dapat melakukan pinositosis jika terdapat nutrisi di lingkungan sekitarnya. salah satu cara untuk melihat proses ini adalah dengan menambahkan cairan Alcyan blue digunakan sebagai pewarna sel yang transparan sekaligus memberikan rangsangan terhadap amoeba untuk melakukan pinositosis.

Jika diamati di bawah mikroskop, pada awal pengamatan, amoeba tidak bergerak sama sekali. Setelah ditetesi alcyan blue, amoeba mulai membentuk juluran-juluran sitoplasma dan kemudian amoeba bergerak dengan pseudopodia mendekati nutrisi yang terwarnai alcyan blue. Alcyan blue yang masuk ke dalam sel amoeba membuat sel amoeba yang transparan mulai terwarnai sehingga lebih mudah untuk diamati. Amoeba secara terus menerus membentuk juluran sitoplasma dan pseudopodia
untuk kemudian mengambil alcyan blue yang terlarut dalam nutrisi. Nutrisi dan alcyan blue yang berada di dalam sel amoeba mulai terakumulasi dan membentuk pinosom yang akan berfusi dengan lisosom dan akan terjadi ”pencernaan” nutrisi.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014