Proses Transfusi Darah

Proses Transfusi Darah- Pernahkah Anda melakukan transfusi darah atau melihat proses transfusi darah? Jika belum, Anda bisa melihat proses tranfusi darah di rumah sakit. Tujuan dilakukannya transfusi darah adalah untuk memberikan darah kepada orang yang kekurangan darah, misalnya karena kecelakaan, operasi, proses melahirkan, dan sebagainya. Tentunya ada hal-hal yang harus diperhatikan pada proses transfusi ini, terutama jenis golongan darah.

Gambar Skema transfusi darah

Dalam kasus transfusi darah, golongan darah ini sangat penting sekali diketahui. Jika golongan darah yang ditransfusikan tidak sesuai, terutama protein darahnya, maka sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi (penggumpalan). Apabila hal ini terjadi bisa membahayakan jiwa penerima transfusi darah.

Orang yang memberikan darahnya disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Kemungkinan tranfusi darah dari donor pada resipien dapat dilihat dari skema pada Gambar Dari skema pada gambar di samping terlihat adanya kemungkinan terjadinya transfusi darah. Skema tersebut dapat dijelaskan dengan tabel di bawah ini:

Dari tabel di atas apabila dipandang dari donornya terlihat bahwa:

1. golongan darah A dapat menjadi donor bagi golongan darah A dan AB;

2. golongan darah B dapat menjadi donor bagi golongan darah B dan AB;

3. golongan darah AB dapat menjadi donor bagi golongan darah AB;

4. golongan darah O dapat menjadi donor bagi golongan darah A, B dan AB.

Dalam hal ini golongan darah O disebut sebagai donor universal yaitu donor bagi semua golongan darah.

Apabila dipandang dari resipiennya terlihat bahwa:

1. golongan darah A dapat menjadi resipien dari golongan darah A dan O;

2. golongan darah B dapat menjadi resipien dari golongan darah B dan O;

3. golongan darah AB dapat menjadi resipien dari golongan darah A, B, AB dan O, dalam hal ini golongan darah AB disebut resipien uniersal, yaitu resipien dari semua golongan darah;

4. golongan darah O hanya dapat menjadi resipien dari golongan darah O saja.

PROSEDUR DONOR DARAH KHUSUS.

Pada transfusi tradisional, seorang donor menyumbangkan darah lengkap dan seorang resipien menerimanya.
Tetapi konsep ini menjadi luas.

Proses Transfusi Darah

Proses Transfusi Darah

Tergantung kepada keadaan, resipien bisa hanya menerima sel dari darah, atau hanya menerima faktor pembekuan atau hanya menerima beberapa komponen darah lainnya.
Transfusi dari komponen darah tertentu memungkinkan dilakukannya pengobatan yang khusus, mengurangi resiko terjadinya efek samping dan bisa secara efisien menggunakan komponen yang berbeda dari 1 unit darah untuk mengobati beberapa penderita.

Pada keadaan tertentu, resipien bisa menerima darah lengkapnya sendiri (transfusi autolog).

Aferesis.

Pada aferesis, seorang donor hanya memberikan komponen darah tertentu yang diperlukan oleh resipien. Jika resipien membutuhkan trombosit, darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan trombosit dan mengembalikan sisa darah ke donor.

Karena sebagian besar darah kembali ke donor, maka donor dengan aman bisa memberikan trombositnya sebanyak 8-10 kali dalam 1 kali prosedur ini.

Transfusi autolog.

Transfusi darah yang paling aman adalah dimana donor juga berlaku sebagai resipien, karena hal ini menghilangkan resiko terjadi ketidakcocokan dan penyakit yang ditularkan melalui darah.

Kadang jika seorang pasien mengalami perdarahan atau menjalani pembedahan, darah bisa dikumpulkan dan diberikan kembali.
Yang lebih sering terjadi adalah pasien menyumbangkan darah yang kemudian akan diberikan lagi dalam suatu transfusi.
Misalnya sebulan sebelum dilakukannya pembedahan, pasien menyumbangkan beberapa unit darahnya untuk ditransfusikan jika diperlukan selama atau sesudah pembedahan.

Donor Terarah atau Calon Donor.

Anggota keluarga atau teman dapat menyumbangkan darahnya secara khusus satu sama lain, jika golongan darah resipien dan darah donor serta faktor Rhnya cocok.

Pada beberapa resipien, dengan mengetahui donornya akan menimbulkan perasaan tenang, meskipun darah dari anggota keluarga atau teman belum pasti lebih aman dibandingkan dengan darah dari orang yang tidak dikenal.

Darah dari anggota keluarga diobati dengan penyinaran untuk mencegah penyakit graft-versus-host, yang meskipun jarang terjadi, tetapi lebih sering terjadi jika terdapat hubungan darah diantara donor dan resipien.

Artikel Terkait

Updated: 17 November 2014 — 13:46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014