Revolusi Industri di Eropa

Revolusi Industri di Eropa – Apa yang kamu pahami tentang istilah revolusi dan industri? Coba amati lingkungan di sekitarmu. Adakah pabrik atau industri? Berapakah jumlah tenaga kerjanya? Bagaimana mekanisme kerjanya? Terbentuknya industri di dekat rumahmu itu tidaklah terjadi secara mendadak. Ada proses sejarah yang panjang yang dahulu pernah terjadi di daratan Eropa. Saat itu terjadi perubahan yang cepat di bidang ekonomi dari kegiatan ekonomi agraris yang tertutup (latifunda) ke ekonomi industri. Dengan menggunakan mesin, bahan mentah diolah menjadi bahan siap pakai. Inilah yang mengubah secara revolusioner kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Eropa. Secara ekstern, Revolusi Industri disebabkan berlangsungnya revolusi ilmu pengetahuan yang ditandai munculnya serangkaian ilmuwan dan ditunjang dengan berdirinya lembaga-lembaga riset.

Secara internal, Revolusi Industri disebabkan mantapnya keamanan dan politik, menguatnya wiraswasta, sumber daya alam (batu bara) yang melimpah, munculnya paham ekonomi liberal, terjadinya Revolusi Agraria, dan meningkatnya pelayaran perdagangan. Secara umum, Revolusi Industri itu menyangkut perubahan teknologi, sosial ekonomi, dan budaya yang terjadi pada akhir abad XVIII dan awal abad XIX di daratan Eropa. Saat itu terjadi penggantian kegiatan ekonomi yang berdasarkan manusia (pekerja) dengan mesin dan industri. Pelopor Revolusi Industri adalah Inggris yaitu dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dan ditenagai oleh mesin. Perubahan dengan cepat terjadi setelah peralatan mesin juga berkembang dengan pesat terutama mesin produksi.

Revolusi Industri yang terjadi di Inggris memiliki tahap-tahap produksi sebagai berikut. Pertama, dikenal dengan home industry atau domestic System di mana produksi dikerjakan di dalam rumah pekerja dengan peralatan sendiri. Kedua, tahap industri manufaktur dengan menggunakan lokasi tertentu sebagai tempat bekerja sekaligus sebagai tempat penjualan produksi. Biasanya dikerjakan oleh sepuluh orang. Ketiga, dikenal dengan factory system atau digunakannya tenaga mesin dengan jumlah pekerja yang banyak.

Permasalahan mulai muncul saat industri berkembang secara besar-besaran tanpa didukung oleh lokasi pemasaran yang memadai. Kamu tentu bisa menduga apa yang harus dikerjakan oleh negara-negara industri tersebut. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan lokasi baru sebagai tempat pemasaran bagi seluruh produknya. Ada beberapa dampak dari revolusi industri antara lain munculnya industri besar-besaran, terbentuknya golongan borjuis dan buruh, menguatnya arus urbanisasi, serta munculnya kapitalisme modern.

Artikel Terkait

Updated: 1 December 2014 — 18:28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme