Fungsi Sel Darah Merah, Trombosit dan Sel Darah Putih

Fungsi Sel Darah Merah, Trombosit dan Sel Darah Putih- Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit). Sel darah merah memiliki protein yang disebut hemoglobin yang bertugas untuk mengangkut O2 dan CO2 dalam darah. Sel–sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang yang disebut eritoblas. Sel darah merah berbentuk cakram, bikonkaf, dan tidak berinti. Sel darah putih terdiri atas monosit, limfosit, netrofil, basofil, dan eosinofil. Sel-sel ini dibentuk di dalam sumsum tulang dan limfe. Fungsi sel darah putih ini adalah sebagai penghasil imunitas. Sedangkan trombosit adalah sel darah yang bertugas dalam proses pembekuan darah. Ukurannya lebih kecil dari sel darah merah dan berbentuk cakram. Sel-sel trombosit tidak memiliki inti. Untuk memahami struktur sel darah perhatikan Gambar

Sel darah merah

Sel darah putih

Fungsi lain Sel Darah Merah

  1. Ketika Sel Darah Merah berada dalam tegangan di pembuluh yang sempit, eritrosit akan melepaskan ATP yang akan menyebabkan dinding jaringan untuk berelaksasi dan melebar.
  2. Sel Darah Merah juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.
  3. Sel Darah Merah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya.
  4. Sel darah merah berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Sel darah merah akan mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.
  5. Berfungsi dalam penentuan golongan darah.

Fungsi sel Darah putih

Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. melalui mikroskop adakalanya dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat:

Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya, menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan

Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi “jenazah” dari kawan dan lawan – fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah. demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.

 

Jenis sel darah putih dan fungsinya

Pada dasarnya, terdapat 5 jenis sel darah putih, yang dikenal dengan neutrofil, basofil, eosinofil, monosit, dan limfosit. Ke-5 jenis leukosit ini dikategorikan ke dalam 2 kategori, granulosit dan agranulocytes. Granulosit adalah leukosit dengan butiran/ granula dalam sitoplasma, sedangkan agranulocytes ditandai dengan adanya butiran tersebut dalam sitoplasma.

Neutrofil

Neutrofil adalah leukosit yang mempunyai diameter dari sekitar 10 sampai 12 mikrometer. Ini juga disebut leukosit polimorfonuklear. Neutrofil ditandai dengan adanya butiran dalam sitoplasma, dan melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan jamur. Neutrofil membunuh bakteri dengan langsung menelannya, yang dikenal dengan fagositosis. Ini dapat ditemukan pada nanah dari luka. Neutrofil mencapai hampir 60 sampai 70% dari jumlah total leukosit, dan jangka hidupnya adalah sekitar 6 jam sampai beberapa hari.

Eosinofil

Eosinofil berperan pada reaksi alergi. Leukosit ini memiliki diameter 10 sampai 12 mikrometer. Peningkatan jumlah eosinofil biasanya terkait dengan alergi, asma, dan demam. Eosinofil juga bertugas untuk memerangi infeksi parasit dan oleh karena itu, infeksi parasit juga dapat menyebabkan jumlah eosinofil meningkat dalam darah. Rata-rata masa hidup eosinofil adalah 8 sampai dengan 12 hari.

Basofil

Basofil adalah jenis lain dari granulosit, yang juga berhubungan dengan reaksi alergi. Sel-sel ini memiliki butiran besar dan kasar berwarna biru dalam sitoplasma mereka. Mereka melepaskan histamin kimia selama reaksi alergi, yang menghasilkan tanda-tanda khas alergi seperti gatal-gatal. Diameter basofil dapat berukuran sekitar 12 sampai 15 mikrometer.

Monosit

Monosit adalah agranulocytes seperti neutrofil. Namun, mereka memiliki masa hidup lebih lama daripada neutrofil. Monosit dapat meninggalkan aliran darah dan memasuki jaringan di tubuh, di mana mereka mengalami beberapa perubahan dan berubah menjadi makrofag. Monosit berfungsi menghancurkan dan menghapus sel-sel mati yang tua dan rusak dari tubuh. Monosit tetap dalam aliran darah selama 10 sampai 20 jam, setelah itu mereka masuk ke jaringan dan tinggal di sana selama beberapa hari.

Limfosit

Limfosit adalah leukosit yang berbeda dengan sel-sel darah putih lainnya. Ada beberapa jenis limfosit seperti limfosit B, sel T helper, sel T sitotoksik, sel T memori dan sel T supresor. Limfosit B memproduksi antibodi, sel T helper mengaktifkan dan mengarahkan sistem kekebalan tubuh terhadap mikroorganisme dan sel T sitotoksik melepaskan bahan kimia untuk menghancurkan patogen. Sel T memori membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali patogen tertentu. Sel T-supresor menekan respon kekebalan tubuh ketika hal itu tidak lagi diperlukan, untuk melindungi sel-sel normal tubuh.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme