Sistem Pencernaan pada Hewan

Sistem Pencernaan pada Hewan- Sistem pencernaan pada vertebrata telah berkembang dan terspesialisasi sesuai dengan makanan yang akan dicernanya. Pada sistem pencernaan manusia, makanan yang kaya serat tidak dapat dicerna. Bagaimana sistem pencernaan sapi dan kerbau yang makanan utamanya adalah rumput? Rumput sangat kaya selulosa (serat), bagaimana hewan-hewan tersebut mencernanya? Sekarang, kita akan mempelajari bagaimana sistem pencernaan makanan pada hewan-hewan pemamah biak (ruminansia).

Gigi hewan pemamahbiak (ruminansia) memiliki bentuk khusus. Gigi seri (den sinsisivus) dan gigi taringnya (dens caninus) memiliki bentuk spesifik yang digunakan untuk merenggut rumput. Gigi premolar (geraham depan) dan molar (geraham belakang) yang berfungsi menghancurkan makanan pada hewan pemamah biak memiliki lapisan email yang melintang dan tajam. Perhatikan Gambar 6. 18.

Gambar 6.18 Gigi herbivora

Gambar 6.18 Gigi herbivora memiliki gigi premolar dan molar yang sangat kuat

Hewan pemamah biak (ruminansia) memiliki struktur esofagus terspesialisasi menjadi tiga ruangan berbeda, yaitu rumen, retikulum, dan omasum. Setelah omasum terdapat ruang abomasum yang merupakan lambung sesungguhnya. Rumput atau dedaunan yang dimakan dicampur air liur, dikunyah sebentar kemudian ditelan. Setelah melalui esofagus, makanan akan tiba ke bagian lambung yang pertama, yaitu rumen. Rumen adalah tempat simbiosis antara hewan pemamah biak dan jenis-jenis Flagellata (dari jenis Copromonas subtitis) dan bakteri (dari genus Cytophaga dan Bacterium) penghasil enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. Pernahkah kalian memperhatikan seekor sapi atau kerbau yang sedang berbaring di bawah pohon sambil mengunyah sesuatu, padahal ia sudah makan sebelumnya? Pada saat itu, makanan yang telah diproses di rumen dikembalikan ke rongga mulut untuk dikunyah kembali. Selanjutnya, ditelan kembali melewati rumen dan retikulum memasuki omasum (Gambar 6.19).

Gambar 6.19 Sapi mengunyah makanan

Gambar 6.19 Sapi mengunyah makanan yang telah dikembalikan dari rumen untuk dikunyah kembali.

Di dalam omasum, air diserap. Makanan yang mengandung banyak bakteri simbiosis ini akhirnya melewati omasum menuju abomasum untuk dicerna oleh enzim pencernaan. Karena aktivitas bakteri, nutrien yang diserap oleh hewan pemamah biak lebih kaya dibandingkan rumput yang awalnya mereka makan. Setelah melewati abomasum, dengan gerak peristaltik, makanan menuju usus halus untuk diserap. Sisa makanan yang tidak terpakai akan dikeluarkan menuju anus. Perhatikan Gambar 6. 20.

Gambar 6.20 Sistem pencernaan pada hewan Ruminansia

Gambar 6.20 Sistem pencernaan pada hewan Ruminansia

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme