Struktur Klasifikasi Jaringan Epitel

Struktur Jaringan Epitel- Coba rabalah permukaan kulit pada tangan Anda! Bagaimana teksturnya? Kulit kita membungkus jaringan-jaringan yang ada di dalamnya. Di dalam permukaan kulit kita banyak ditemui jaringan, di antaranya daging, darah, saraf, dan lain-lain. Lapisan pembungkus luar itulah yang disebut jaringan epitel. Tidak hanya pada permukaan kulit tangan saja, pada permukaan luar dari organ-organ dalam pun juga dibungkus oleh jaringan epitel ini. Organ dalam tersebut antara lain jantung, hati, ginjal, usus, dan sebagainya sehingga jaringan epitel selalu ada di setiap organ tubuh sebagai pembungkus atau penutup. Jaringan epitel merupakan perkembangan dari ekstoderm dan endoderm. Epitel terdapat pada setiap permukaan luar dan dalam tubuh untuk melapisi organ-organ tubuh. Epitel yang menutupi permukaan luar tubuh juga dibatasi oleh epithelium yang disebut mesotelium. Ada juga epithelium yang terbungkus untuk menangkap rangsang dari luar yang disebut neuropitelium.

Jaringan epitelium memiliki banyak fungsi di dalam tubuh, antara lain seperti berikut.

a. Untuk melindungi jaringan yang ada di dalamnya, misalnya epitel kulit.

b. Untuk melakukan fungsi absorbsi, misalnya epitel jonjot usus.

c. Untuk melakukan fungsi filtrasi, misalnya epitel pada nefron ginjal.

d. Sebagai pintu gerbang masuk dan keluarnya zat, misalnya epitel alveolus paru-paru.

e. Untuk melakukan fungsi sekresi, yaitu menghasilkan getah cair. Misalnya epitel kelenjar ludah, tiroid, hipofisis, dan lain-lain.

f. Untuk melakukan fungsi sebagai neuroreseptor, yaitu menerima rangsang dari luar. Epitelium ini terdapat pada alat-alat indra.

Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. Fungsinya antara lain:

  • Sebagai pelindung
  • Sebagai alat sekresi
  • Sebagai alat penerima impuls
  • Sebagai alat penyaring atau filtrasi
  • Sebagai alat absorpsi
  • Sebagai alat respirasi

Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya epitel sendiri pun diberi pelindung yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir.

Jaringan Epitelium penutup

Jaringan epitelium penutup berperan melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat pada permukaan tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan sebelah dalam dari saluran yang ada dalam tubuh, misalnya dalam saluran pencernaan dan pembuluh darah.

Jaringan Epitelium Kelenjar

Jaringa epitelium kelenjar disusun oleh sel-sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair. getah cair ini berbeda dengan darah atau cairan antarsel. Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya, kelenjar dibedakan menjadi dua, yaitu kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Pantat dan dubur

Klasifikasi Jaringan Epitelium

Epitel selapis

Epitel selapis pipih

Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel berbentuk pipih. Dilihat dari permukaan, sel-sel ini terlihat seperti lantai ubin namun dengan batas yang tidak teratur. Epitelium ini umumnya berfungsi sebagai jalan pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contoh: epitel pada pembuluh darah kapiler dan dinding alveolus.

Letak jaringan epitelium pipih selapis :
  • Kapsula Bowman pada ginjal
  • Lapisan dalam pembuluh darah dan limfa
  • Alveolus paru-paru
  • Ruang jantung
  • Selaput bagian dalam telinga
  • Sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar
Fungsi jaringan epitelium pipih selapis :
  • Pelapis bagian dalam rongga dan saluran
  • Tempat difusi zat
  • Tempat infiltrasi zat

Epitel selapis kubus

Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk seperti kubus. Dari permukaan sel-sel itu terlihat seperti sarang lebah atau berbentuk poligonal. Contoh: epitel pada permukaan ovarium, kelenjar dan kelenjar tiroid.

Letak jaringan epitelium kubus selapis :
  • Kelenjar air liur
  • Retina mata
  • Permukaan ovari
  • Saluran dari nefron ginjal
Fungsi jaringan epitelium kubus selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Tempat penyerapan zat atau absorbsi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi

Epitel selapis silindris

Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs (torak). Terlihat seperti epitelium kubus, namun potongan tegak lurus terlihat lebih tinggi. Sel epitel silindris ini ada yang memiliki silia pada permukaannya, seperti yang terdapat pada oviduk. Contoh: epitel pada lambung dan usus.

Fungsi jaringan epitelium silindris selapis :
  • Dinding dalam lambung
  • Usus
  • Kandung empedu
  • Saluran rahim
  • Rahim
  • Saluran pernapasan bagian atas
  • Saluran pencernaan
Letak jaringan epitelium silindris selapis :
  • Lapisan pelindung atau proteksi
  • Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
  • Tempat difusi dan absorbsi zat
  • Melicinkan

Epitel batang bersilia

Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris selapis. memiliki bulu-bulu getar/silia. terletak di dinding rongga hidung. berfungsi sebagai penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk, dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk.melekat pada mucus.

Letak jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Dinding dalam rongga hidung
  • Saluran trakea
  • Bronkus
  • Dinding dalam saluran oviduk
Fungsi jaringan epitelium silindris selapis bersilia :
  • Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
  • Getaran silianya menghalau benda asing yang masuk atau melekat pada mucus

Epitel berlapis semu

Epitelium ini sebenarnya terdiri atas atas selapis sel epitelium, tetapi tinggi dari sel epitelium tersebut memiliki tinggi yyang tidak sama, sehinggga terlihat seperti beberapa lapis sel. Sel epitelium berlapis semu terdapat pada trakea.

Letak jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Rongga hidung
  • Trakea
Fungsi jaringan epitelium silindris berlapis semu :
  • Proteksi
  • Sekresi
  • Gerakan zat melalui permukaan

Epitel berlapis

Sesuai dengan namanya, epitelium berlapis disusun tersusun atas dua atau lebih lapisan sel. Sel pada lapisan paling dasar disebut sebagai sel basal dan terletak di atas membran basal. Di atas sel basal terdapat beberapa lapis sel yang berbentuk gepeng, kubus ataupun batang. Ataupun berbentuk lain yang disebuut epitelium transisional.

Epitel berlapis gepeng

Epitel berlapis gepeng sebenarnya tidak semuanya berbentuk gepeng. Yang berbentuk gepeng hanya pada sel sebelah atas. Sel pada lapisan terbawah dapat berbentuk silindris. Contoh: epitel pada vagina.

Epitel berlapis kubis

Epitel berlapis kubis jarang ditemukan pada tubuh. Contoh: epitel pada saluran keluar kelenjar. berfungsi dalam sekresi dan arbsorbsi.

Epitel berlapis silindris

Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari dua lapisan saja. Berfungsi sebagai tempat sekresi, arbsorbsi, sebagai pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contoh: epitel pada konjungtiva palpebra.

Epitel transisional

Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng. Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung). Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh. Contoh: epitel pada ureter.

Artikel Terkait

Updated: 12 September 2011 — 20:44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014 Frontier Theme