Struktur Jaringan Tubuh Coelenterata

Struktur Jaringan Tubuh Coelenterata- Coelenterata berasal dari kata coelon yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus. Jadi, Coelenterata berarti hewan berongga. Kelompok hewan Coelenterata merupakan contoh hewan diploblastik. Hewan Coelenterata kebanyakan hidup di air laut, kecuali beberapa Hydrozoa hidup di air tawar. Coelenterata dapat hidup soliter maupun berkoloni. Bentuk koloni yang mudah diamati adalah Medusa yang hidup di laut. Dalam bahasa Indonesia medusa dikenal dengan nama ubur-ubur. Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan untuk bahan makanan dan bahan kosmetik. Oleh karena itu, di beberapa daerah di Indonesia terdapat pengolahan ubur-ubur yang dijadikan tepung untuk diekspor.

Struktur Jaringan Tubuh Coelenterata

Struktur Jaringan Tubuh Coelenterata

 

Struktur Coelenterata umum (diploblastik):

a. Epitel muskuler, sel batang penyusun epidermis.

b. Mesoglea, di dalamnya terdapat banyak sel dan ganglia saraf.

c. Gastrodermis, endodermis yang terdiri dari sel pencernaan, sel sensori, sel berflagel, dan sel vakuola makanan.

d. Rongga gastrovaskuler, rongga tengah Coelenterata tempat terjadinya pencernaan secara gastrovaskuler.

e. Tentakel, berfungsi untuk menangkap makanan dan mangsa.

f. Oralis, berfungsi sebagai mulut untuk memasukkan dan sebagai anus untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme.

g. Basalis, yaitu bagian yang menempel pada permukaan ketika Coelenterata dalam keadaan menetap.

h. Knidoblast, sengat yang terdapat pada tentakel-tentakel Coelenterata, padanya terdapat nematokis.

i. Sel interstitial, bagian yang mengatur reproduksi aseksual dan seksual.

Jenis-jenis dari kelas Anthozoa membentuk rumah dari kapur sehingga terbentuklah karang laut yang indah. Karang tersebut dapat membentuk karang pantai, karang penghalang, dan atol. Karang, selain berfungsi sebagai pelindung pantai, juga merupakan tempat hidup dan berkembangbiaknya berbagai jenis ikan dan hewan laut lainnya. Karena keindahannya, berbagai jenis karang, anemon laut, dan berbagai jenis ikan yang membangun komunitas di daerah pantai dapat dijadikan sebagai tempat wisata bahari. Coelenterata merupakan golongan hewan diploblastik yaitu mempunyai jaringan ektoderm dan endoderm serta mempunyai simetri radial. Bentuknya menyerupai kantung dengan beberapa tentakel di sekitar mulut. Coelenterata mempunyai dua tipe bentuk tubuh, yaitu polip dan medusa. Polip hidup soliter atau membentuk koloni. Polip tidak dapat bergerak bebas, hidupnya menempel, sedangkan medusa dapat bergerak bebas.

Gambar 8.8 Koloni polip pada dua jenis HydrozoaGambar 8.8 Koloni polip pada dua jenis Hydrozoa

Bentuk polip dapat dilihat pada Gambar 8.8. Polip yang membentuk koloni, biasanya mempunyai beberapa macam bentuk dengan fungsi yang berbeda, misalnya polip untuk makan (gastrozooid), polip untuk pembiakan dengan menghasilkan medusa (gonozooid) dan polip untuk pertahanan. Koloni dengan beberapa macam bentuk polip disebut polimorfisme.

Medusa atau ubur-ubur, bentuknya seperti sebuah payung atau lonceng. Fungsi medusa adalah untuk berkembang biak secara seksual. Jadi, dalam medusa dihasilkan testis dan ovarium yang menghasilkan sperma dan ovum. Tidak semua Coelenterata mempunyai bentuk polip dan medusa. Banyak jenis yang hanya mempunyai bentuk polip. Untuk melihat bagian-bagian tubuh medusa, amati Gambar 8.9!

Gambar 8.9 Sebuah medusa HydrozoaGambar 8.9 Sebuah medusa Hydrozoa

Coelenterata melakukan perkembangbiakan dengan cara aseksual dan seksual. Secara aseksual, Coelenterata berkembangbiak dengan menghasilkan tunas atau kuncup yang menempel pada hewan induknya dan kemudian dilepaskan. Secara seksual, hewan ini berkembang biak dengan penyatuan sel telur dan sperma membentuk zigot. Pada beberapa jenis Coelenterata seperti pada Hydra, ada yang berumah satu (monoeceus), yaitu dalam satu individu dihasilkan sel spermatozoid dan sel telur, dan ada yang berumah dua (dioeceus), yaitu spermatozoid dan sel telur dihasilkan oleh individu yang berbeda.

Beberapa Coelenterata mengalami pergiliran keturunan. Sebagai contoh, pada kelas Hydrozoa mengalami metagenesis, yaitu perkembangbiakan seksual yang diikuti oleh perkembangbiakan aseksual dalam satu generasi lihat Gambar 8.10. Pada peristiwa ini, mula-mula spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk dalam usus medusa betina untuk membuahi sel telur, sehingga dihasilkan zigot. Zigot melekat di sekeliling mulut dan tumbuh menjadi larva yang disebut planula. Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Contoh kelas Hydrozoa, misalnya Physalia (Gambar 8.11) kelas Scyphozoa contohnya Aurrelia aurelita (Gambar 8.12) dan contoh Anthozoa adalah Acropora (Gambar 8.13).

Gambar 8.10. Daur hidup ObeliaGambar 8.10. Daur hidup Obelia

Physalia merupakan koloni yang mempunyai bagian tubuh yang berperan sebagai pelampung. Hewan ini mempunyai tiga macam polip dengan fungsi masing-masing. Gastrozooid adalah polip yang berfungsi untuk makan, gonozooid adalah polip untuk reproduksi, dan daktilozooid merupakan polip untuk menangkap mangsa (Gambar 8.11).

Gambar 8.11 Physalia physalisGambar 8.11 Physalia physalis

Anthozoa ada yang hidup soliter, misalnya macam-macam mawar laut yang dapat ditemukan di pantai dengan laut yang jernih. Akan tetapi, dibanding dengan yang soliter, lebih banyak Anthozoa yang hidup berkoloni dan membentuk rumah dari kapur yang disebut karang. Karang ini bentuknya bervariasi dan sangat indah. Sebagai contoh, karang-karang laut yang terdapat di Taman Laut Bunaken sangat indah sehingga merupakan objek wisata yang terkenal dan banyak dikunjungi. Pelestarian terumbu karang, sekarang menjadi suatu program yang sangat digalakkan karena banyaknya kerusakan yang diakibatkan pemanfaatan yang berlebihan. Contoh hewan yang termasuk Anthozoa adalah Metridium sp atau mawar laut, Acropora, Meandrina, dan Montastrea (Gambar 8.13).

Gambar 8.13 Contoh hewan yang termasuk ke dalam kelas AnthozoaGambar 8.13 Contoh hewan yang termasuk ke dalam kelas Anthozoa

Filum Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

a. Kelas Hydrozoa

Hewan dalam kelas Hydrozoa ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni. Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip, sedangkan yang berkoloni dengan bentuk polip yang dominan dan beberapa jenis membentuk medusa. Contohnya adalah Hydra dan Obelia.

1) Ciri-ciri Hydra

Hydra berbentuk polip, berukuran antara 10 mm – 30 mm hidup di air tawar dengan melekat pada daun atau batang tanaman air. Makanannya berupa tumbuhan dan hewan kecil. Tubuh bagian bawah membentuk kaki untuk melekat dan bergerak. Pada ujung atas terdapat mulut yang dikelilingi oleh hipostom dan 6 – 10 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan dan selanjutnya makanan dicerna di dalam rongga gastrovaskuler. Hydra berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dengan membentuk kuncup atau tunas pada sisi tubuhnya. Tunas yang telah memiliki epidermis, mesoglea, dan rongga gastrovaskuler dapat melepaskan diri dan tumbuh menjadi individu baru. Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang dapat membentuk kista. Kista dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat di dasar perairan. Jika menemukan lingkungan yang baik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.

2) Ciri-ciri Obelia

Obelia berbentuk polip dan medusa yang hidup di laut. Obelia yang hidup berkoloni di laut dangkal membentuk polip yang melekat di batu karang. Polip pada Obelia dibedakan menjadi dua jenis polip yaitu hidran yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan dan gonangium yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual. Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium terbentuk tunas yang dapat memisahkan diri dan berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas. Medusa muda kemudian berkembang menjadi medusa dewasa. Medusa dewasa mempunyai dua alat kelamin (hermafrodit) yang menghasilkan sel telur dan sperma. Pembuahan terjadi secara eksternal di luar tubuh dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi polip muda kemudian tumbuh menjadi Obelia. Selanjutnya Obelia membentuk tunas sehingga terbentuk koloni Obelia yang baru.

b. Kelas Scypozoa

Scypozoa berasal dari bahasa Yunani scyphos (mangkuk) dan zoon (binatang) karena bentuk tubuhnya yang menyerupai mangkuk atau cawan transparan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. Permukaan tubuh bagian bawah terdapat rongga mulut yang dikelilingi empat tentakel. Mulut ini berhubungan dengan rongga pencernaan. Pencernaan pada Scypozoa terjadi secara ekstraseluler. Scypozoa telah memiliki beberapa indra sederhana misalnya tentakel sebagai alat keseimbangan, oselus untuk membedakan gelap dan terang, dan celah olfaktoris merupakan indra pembau. Namun demikian Scypozoa belum mempunyai alat respirasi dan ekskresi khusus. Contohnya adalah Aurellia aurita, berupa medusa dengan tepi berlekuk-lekuk yang banyak ditemukan di daerah pantai. Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan terjadi secara internal di dalam tubuh betina. Zigot yang terbentuk berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai kemudian tumbuh menjadi polip muda yang disebut skifistoma. Skifistoma membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda disebut efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.

c. Kelas Anthozoa

Anthozoa berasal dari bahasa Yunani anthos (bunga) dan zoon (binatang) jadi Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga. Selama hidupnya Anthozoa berbentuk polip yang hidup melekat di dasar laut dangkal. Kelas Anthozoa meliputi mawar laut dan koral.

1) Ciri-ciri Mawar Laut (Anemon Laut)

Mawar laut menempel pada dasar perairan menggunakan bagian tubuh yang disebut cakram kaki. Permukaan atas terdapat mulut yang dikelilingi banyak tentakel berukuran pendek yang tersusun seperti mahkota bunga. Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat sehingga tubuhnya tetap bersih. Mawar laut mempunyai sistem saraf difus yang tidak memiliki sistem saraf pusat.

2) Ciri-ciri Koral (Karang)

Koral atau karang hidup berkoloni membentuk massa yang kaku dan kuat karena mempunyai kerangka yang terbuat dari kalsium karbonat. Koral hidup di laut dangkal dengan suhu rata-rata 20°C (daerah tropis antara 30°LU hingga 30°LS). Koral melakukan reproduksi aseksual dengan pembentukan kuncup atau tunas. Contoh: Acropora, Stylophora, Leptoria, dan sebagainya. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai, karang penghalang, dan karang atol. Ubur-ubur dapat dimanfaatkan sebagai tepung ubur-ubur yang digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik. Selain sebagai bahan kosmetik, di Jepang ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari abrasi air laut. Karang dan anemon membentuk taman laut yang menjadi tempat persembunyian dan tempat perkembangbiakan ikan serta sebagai objek wisata.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014