Pengertian Sumber daya Alam (SDA)

Pengertian Sumber daya alam – Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

Sumber daya alam, seperti hutan, perairan dan tambang, adalah rahmat Tuhan semesta alam yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, bukan saja untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, sumber daya alam ini harus dikelola dengan baik dan tepat agar manfaat dan hasilnya dapat diperoleh secara maksimal dan lestari.

Kegiatan pembangunan pada umumnya menyangkut pendayagunaan sumber daya alam. Sumber daya ini beserta lingkungannya merupakan kesatuan sistem ekologis atau ekosistem yang mempunyai manfaat langsung dan tak langsung bagi manusia. Dalam ekosistem sumber daya alam ini manusia merupakan konsumen dan berperan aktif dalam proses produksi dan pengelolaan.

Pengertian sumber daya alam secara lebih mendalam dapat dikaji dari beberapa aspek bidang keilmuan. Kecuali manusia dan hasil rekayasanya yang menyatu dengan lingkungan, komponen lingkungan lainnya disebut sumber daya alam. Sumber daya alam dapat juga dikatakan sebagai segala sesuatu persediaan bahan atau barang alamiah yang dalam keadaan sebagaimana ditemukan diperlukan manusia (Randall, 1987), atau yang dengan suatu upaya tertentu dapat dibuat bermanfaat bagi manusia (Menard, 1974). Dalam keadaan mentah,  sumber daya dapat menjadi masukan ke dalam proses menghasilkan sesuatu yang berharga, atau dapat memasuki proses konsumsi secara langsung sehingga mempunyai harga (Randall, 1987).

Dalam pandangan ekonomi, sumber daya alam ditakrifkan dengan konsep keterbatasan (scarcity). Sesuatu yang tidak terbatas tidak disebut sumber daya. Sumber daya bermakna ganda, yakni kuantitas, kualitas, waktu dan ruang (Randall, 1987).

Menurut bahan penyusunnya, sumber daya alam terpilahkan menjadi sumber daya mineral (air, tanah, udara, cebakan bahan tambang, cebakan energi) dan sumber daya hayati (masyarakat hewan dan tumbuhan). Menurut perilakunya pada penggunaan lumrah, ada sumber daya yang terbarukan (air, tanah, udara, masyarakat hewan dan tumbuhan) dan ada yang bersifat tak dapat terbarukan (cebakan bahan tambang dan energi nuklir). Akan tetapi pada penggunaan yang melewati ambang batas pemakaian, sumber daya terbarukan dapat berperilaku tak terbarukan dalam hitungan waktu generasi manusia, karena laju penggunaan melampaui laju perkembangan diri sumber daya alam bersangkutan.

  • Pengertian Lebih lanjut

The World Conservation Strategi tahun 1980 telah menakrifkan konsep pembangungan konsep berkelanjutan sebagai “pembangunan yang memenuhi kebutuhan kini tanpa menutup kemungkinan generasi mendatang memenuhi kebutuhan mereka” (SCOPE, 1990). Konsep ini dapat dijabarkan dengan diberi konotasi ekonomi menjadi “suatu pola pertumbuhan ekonomi yang memenuhi kebutuhan kebendaan kini tanpa memberikan dampak negatif kepada sumber daya fisik yang ada, yang seringkali berjumlah dan berkemampuan terbatas, sehingga tidak membahayakan kapasitas dan potensi pembangunan masa depan untuk memuaskan aspirasi kebendaan dan lingkungan kepada generasi yang mendatang (Shindo, 1990).

Konservasi merupakan suatu faktor lanjutan yang mutlak. Dalam hal sumber daya yang dapat diperbaharui, konservasi menjamin kesinambungan (continuously). Tujuan ini dapat dicapai lewat penggalakan semua prosesmendaur alami dan teknik rekayasa daur ulang limbah dan sisa produksi. Dalam hal sumber daya alam yang tak terbaharukan, konservasi memperpanjang umur guna sumber daya dengan jalan pemakaian yang efisiean dan ekonomis serta menganekaragamkan penggunaannya.

  • Konsep Konservasi

Sehubungan dengan sumber daya terbaharukan,  konservasi berarti menjaga  sumber daya menurut asas yang akan dijamin secara abadi manfaat ekonomi, sosial dan psikologi setinggi-tingginya bagi masyarakat (disadur dari Donahue, dkk, 1977). Jadi, konservasi berkaitan dengan fungsi. Hal ini berbeda secara mendasar dengan preservasi yang bertujuan mempertahankan bentuk.

Apa yang perlu dikonservasi dan bagaimana menjalankannya bergantung pada fungsi yang diharapkan dilangsungkan oleh sumber daya  bersangkutan. Sumber daya lahan untuk pertanian memerlukan tindakan konservsi yang berbeda dengan misalnya lahan untuk perumahan. Perbedaan kebutuhan akan konservasi dapat menyebabkan terbentuknya rencana-rencana yang salign itdak serasi, bahkan penerapan yang saling berlawanan. Untuk menghindarkan kemungkinan terbentuknya pertentangan dan untuk menjamin pengamanan sumber daya secara efektif dari pengurasan dan pemburukan, konservasi harus menjadi bagian dari suatu hampiran bernalar terhadap penggunaan sumber daya (Hudson & Notohadiprawiro, 1983).

Konservasi merupakan suatu tindakan  yang terencaan dan terkoordinasi. Konsep konservasi dan keterlanjutan mengandung petunjuk bahwa pengelolaan ruang dan waktu mendasari segala kehendak atau kegiatan. Perbedaan  kesusahan dari penerapan sistem atau teknik konservasi yang berbeda dapat dikatakan karena perbedaan.

Sumber Daya Alam dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal berikut :

1. Berdasarkan Kemungkinan Pemulihannya

Berdasarkan kemungkinan pemulihannya SDA dibagi menjadi 2, yaitu :
(a). Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) adalah sumber daya alam yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat. Namun, jika penggunaannya tidak terkendali sumber daya ini bisa juga habis atau punah.
Contoh : tetumbuhan, hewan.
(b). Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) adalah sumber daya alam yang pembentukannya membutuhkan waktu yang sangat lama (ratusan hingga jutaan tahun) dengan kata lain sumber daya macam ini dapat habis pada suatu saat nanti.
Contoh : batubara, minyak bumi, emas, gas alam dll.

2. Berdasarkan Materi

Berdasarkan materi SDA dibagi menjadi 2, yaitu :
(a). Sumber Daya Alam Organik
Sumber Daya Alam Organik (hayati) materi atau bahannya berupa benda/jasad hidup. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam organik adalah kehutanan, pertanian, dan perikanan.
Contoh : tetumbuhan dan hewan
(b). Sumber Daya Alam Anorganik
Sumber Daya Alam Anorganik (non-hayati) adalah yang materinya berupa benda mati seperti benda padat, gas, dan cair. Kegitan yang berhubungan dengan sumber daya anorganik adalah pertambangan mineral.
Contoh : tanah, batuan, udara, air dll.
3. Berdasarkan Habitat

Berdasakan habitat SDA dibagi menjadi 2, yaitu :

(a). Sumber Daya Alam Terestris
Sumber daya alam terestris (daratan) adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah sebagai lahan untuk berbagi aktivitas penduduk, sebagai bahan industri, dan segala sumber daya yang berasal dari darat.
(b). Sumber Daya Alam Akuatik
Sumber daya alam akuatik (perairan) adalah sumber daya alam yang berhubungan dengan laut, sungai, danau, air tanah, air hujan dll.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014