Tujuan Berdirinya Budi Utomo

Tujuan Berdirinya Budi Utomo – Tokoh utama dari organisasi ini adalah Dr. Wahidin Sudirohusodo dan beberapa pelajar School tot Opleidingvan Indische Artsen (STOVIA) Jakarta di bawah pimpinan Sutomo. Tujuan pendiriannya adalah untuk de harmonische ontwikkeling van land en volk van Javaen Madura atau kemajuan yang harmonis untuk nusa dan bangsa Jawa dan Madura. Terlihat bahwa ”bangsa” yang dimaksud masih dalam lingkup Jawa dan Madura belum meliputi seluruh Indonesia. Ini memang bisa dimengerti karena setiap bentuk gerakan selalu tergantung dari cakrawala berpikir dari para tokoh penggeraknya. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa Budi Utomo adalah renaisans atau kebangkitan kembali kebudayaan Jawa.

Gambar budi-utomo

Ada beberapa reaksi yang muncul setelah organisasi ini berdiri, antara lain sebagai berikut.

1) Golongan priayi aristokrat Jawa merasa khawatir akan terganggu eksistensinya karena daya dobrak para priayi terpelajar melebihi etnis Jawa.

2) Pemerintah kolonial Belanda mulai merasa terganggu karena para pemimpin pergerakan itu tidak bisa lagi dibohongi atau diadu domba seperti waktu perlawanan bersenjata dahulu.

3) Para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah dan perguruan mulai mengikuti jejak dengan membentuk organisasi pergerakan.

Meskipun mendapat beragam reaksi, Budi Utomo mampu berkembang ke berbagai daerah dan membuka cabang di kota-kota besar di Jawa seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Bahkan anggotanya bisa mencapai 10.000 orang dari berbagai daerah. Dalam perkembangannya, organisasi ini tidak bisa menghadapi kuatnya dominasi priayi tua yang cenderung takut dengan perubahan. Dalam kongres pertama tanggal 3–5 Oktober 1908 di Yogyakarta, kelompok muda yang revolusioner tersingkir dan Budi Utomo hanya terfokus pada budaya Jawa saja. Kelompok muda akhirnya membentuk organisasi baru seperti Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Minahasa, sementara Budi Utomo menjadi badan berkekuatan hukum setelah mendapat pengakuan dari pemerintah kolonial karena dianggap tidak berbahaya.

Tujuan didirikannya Budi Utomo

  • Memajukan pengajaran
  • Memajukan pertanian, peternakan, perdagangan
  • Memajukan teknik industri
  • Menghidupkan kembali kebudayaan

Asas dan tujuan Budi Utomo adalah menyadarkan kedudukan Bangsa Jawa, Sunda, dan Madura pada diri sendiri dan berusaha mempertinggi akan kemajuan mata pencaharian serta penghidupan Bangsa disertai dengan jalan memperdalam keseniaan dan kebudayaan (Wirjosuparto, 1958 : 102). Selain tujuannya yang lain adalah menjamin kehidupan sebagai Bangsa yang terhormat dengan menitik beratkan pada soal pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan atau secara samar-samar menyebutkan kemajuan bagi Bangsa Hindia dimana jangkuan geraknya terbatas pada Jawa dan Madura serta baru meluas untuk penduduk Hindia seluruhnya dengan tidak memperhatikan perbedaan keturunan, kelamin, dan agama (Poeponegoro dan Notosusanto, 1992 : 178). Jika dicermati dari pernyataan tersebut, maka secara tersirat nampak pada Budi Utomo yakni kehormatan Bangsa. Bangsa yang terhormat adalah Bangsa yang memiliki derajat yang sama dengan Bangsa lain. Karena Bangsa Indonesia pada waktu itu tidak terhormat karena dijajah Belanda.

Teranglah sudah bahwa Budi Utomo telah mempunyai cita-cita tersembunyi yang kemudian menjadi cita-cita kaum Nasional Indonesia. Maka tepatlah kalau pemerintah mengakui secara resmi hari lahirnya Budi Utomo sebagai hari kebangkitan nasional, karena Budi Utomo bercita-cita nasional dan pergerakannya merupakan organisasi modern pada saat itu (Kansil dan Julianto, 1990 : 23).

Pada tahun 1928 Budi Utomo menambahkan suatu asas perjuangan yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita Bangsa Indonesia”. Sungguh suatu langkah maju, karena waktu itu gelora persatuan telah berkumandang di udara pergerakan kita. Disitu nampak bahwa Budi Utomo sedang berusaha memperluas ruang geraknya. Tidak hanya menuju kehidupan harmonis bagi Jawa dan Madura tetapi lebih luas lagi yakni bagi persatuan Indonesia (Kansil dan Julianto, 1990 : 23). Walaupun pada awalnya Budi Utomo tidak berperan sebagai organisasi politik, namun dalam perjalanannya Budi Utomo terjun kepolitik. Hal ini terbukti pada tahun 1915 Budi Utomo ikut aktif dalam “Inlandsche Militie” dan waktu Volksraad dibentuk. Budi Utomo juga tergabung dalam “Radicale Concentratic” yakni persatuan aliran-aliran yang dicap kiri dalam Volksraad.

 

Artikel Terkait

Updated: 4 November 2014 — 19:19

2 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014