Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim

Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim – Cuaca memengaruhi kehidupan manusia. Meskipun manusia mampu memperkirakan cuaca, tetapi tidak menjamin ketepatannya. Para nelayan tradisional masih banyak tergantung pada cuaca saat akan melaut untuk mencari ikan. Para petani juga masih mengandalkan sinar matahari untuk menjemur padi hasil panen. Bagaimana cuaca saat ini di lingkungan sekitarmu, cerah, panas, berawan, atau hujan? Apakah cuaca saat ini sama dengan hari kemarin? Kondisi cuaca berbeda-beda pada tempat dan waktu yang berbeda. Perubahan cuaca terjadi setiap saat. Mungkin di lingkungan sekolahmu cuaca sangat cerah pada pagi hari, tetapi berawan dan berangin pada siang hari.

Apakah cuaca sama dengan iklim? Cuaca dan iklim memiliki kesamaan unsur-unsur dasar yang membentuknya. Unsur-unsur cuaca dan iklim yang penting adalah penyinaran Matahari, suhu udara, angin, awan, kelembapan, dan curah hujan. Perbedaan cuaca dan iklim terletak pada waktu dan cakupan wilayah. Cuaca mencerminkan keadaan atmosfer sesaat pada daerah yang sempit. Sedang iklim mencerminkan keadaan atmosfer dalam waktu lama pada daerah yang luas.

1. Penyinaran Matahari

Matahari merupakan pengatur iklim di Bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di Bumi yang menggerakkan udara dan arus laut. Energi Matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan. Jika di udara terdapat banyak awan, khususnya awan yang dapat mendatangkan hujan, maka pancaran sinar Matahari yang sampai di Bumi lemah. Saat itulah dikatakan bahwa cuaca berawan. Tetapi sebaliknya, jika di udara tidak ada awan, langit tampak biru bersih, dan pancaran sinar matahari sangat kuat, maka kondisi ini disebut cuaca cerah.

Besarnya energi matahari yang diterima Bumi tidak hanya dipengaruhi oleh keawanan tetapi juga oleh sudut datang sinar Matahari terhadap Bumi. Sudut ini terbentuk karena Bumi mengalami rotasi. Rotasi Bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Rotasi Bumi juga menyebabkan lama waktu penyinaran matahari di belahan Bumi utara dan selatan berubah setiap musim. Mengapa pada pagi hari sinar Matahari tidak terasa panas dibanding siang hari?

Perbedaan sudut datang sinar Matahari menyebabkan panas yang diterima Bumi juga berbeda. Pada pagi hari sudut datang lebih miring dibanding siang hari.

a. Pemanasan Atmosfer

Energi sinar Matahari sebagian digunakan untuk memanaskan atmosfer. Pemanasan atmosfer dapat secara langsung atau tidak langsung.

1) Pemanasan Langsung

Di dalam atmosfer terkandung uap air, debu, asam arang, dan zat asam. Zat-zat tersebut berfungsi menyerap panas sinar matahari. Jadi, sebelum sampai di permukaan Bumi, panas sinar matahari sebagian sudah diserap atau diabsobsi zat-zat tersebut.

2) Pemanasan Tidak Langsung

Sinar Matahari setelah melewati atmosfer, panasnya sebagian diserap oleh Bumi. Akibatnya, permukaan Bumi juga menjadi panas. Permukaan Bumi memengaruhi panas atmosfer bagian bawah. Pemanasan udara di dekat permukaan Bumi melalui beberapa cara sebagai berikut.

a) Konveksi

Konveksi

b) Adveksi

adveksi

c) Turbulensi

Turbulensi

d) Konduksi

konduksi

b. Pengukuran Penyinaran Matahari

Penyinaran Matahari diukur dengan menggunakan alat yang disebut solarimeter. Alat ini terdiri atas bola kaca dan kartu kertas yang sensitif terhadap sinar. Bola kaca akan memusatkan sinar Matahari pada kartu dan membakarnya memanjang. Sinar Matahari yang terik ditunjukkan dengan garis yang lebih gelap pada kartu. Panjang garis yang terbakar pada kartu mencerminkan lama waktu penyinaran. Panas permukaan Bumi oleh penyinaran Matahari memengaruhi panas udara. Suhu udara di permukaan Bumi bervariasi karena sinar Matahari menyebar tidak merata di permukaan Bumi.

Artikel Terkait

Updated: 4 November 2014 — 18:11

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Budisma.web.id © 2014